JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Lebaran selalu menjadi momen istimewa yang penuh haru. Namun, bagi banyak perantau, impian untuk pulang kampung sering kali terkendala biaya transportasi yang kian melambung.
Tahun ini, harapan mereka kembali menyala. Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., menginisiasi program Mudik Gratis 2025, yang siap menjadi jembatan bagi ribuan warga Madura untuk kembali ke tanah kelahiran dan bersua dengan keluarga tercinta.
Tak sekadar perjalanan biasa, program ini adalah wujud nyata kepedulian Pemkab Sumenep terhadap warganya yang merantau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh kehangatan, Bupati Fauzi memastikan bahwa tak ada satu pun warga Sumenep yang harus mengubur rindu hanya karena keterbatasan biaya.
“Lebaran adalah momen sakral untuk berkumpul bersama keluarga. Kami ingin memastikan bahwa warga Sumenep di rantau bisa pulang dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Bupati Fauzi dalam pernyataannya, Kamis (06/03/2025).
Program Mudik Gratis 2025 akan diberangkatkan dari Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 05.30 WIB, dengan titik akhir di Pendopo Keraton Sumenep.
Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lainnya, tetapi sebuah ritual emosional yang menghubungkan kembali jejak-jejak kenangan, merajut kebersamaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong khas Madura.
Bagi yang ingin bergabung, persyaratannya cukup mudah: hanya dengan menunjukkan scan atau fotokopi KTP yang membuktikan sebagai warga asli Sumenep. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Yadi di nomor 0817 388 378.
Di tengah hiruk-pikuk kota besar, program ini telah menjadi oase kebahagiaan bagi perantau. Antusiasme pun mulai menggema di berbagai komunitas warga Madura di perantauan. Bagi mereka, pulang kampung kali ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sebuah kisah yang akan dikenang seumur hidup.
Dengan konsep perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan, Mudik Gratis 2025 bukan hanya tentang pulang kampung, tetapi tentang pulang dengan makna menyambung silaturahmi, membangun kembali ikatan batin, dan merasakan kembali hangatnya tanah kelahiran. (REDJAVA****)









