MONSOON ASIA AKTIF DI AKHIR TAHUN, BUPATI FAUZI INGATKAN ANCAMAN CUACA EKSTREM

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Diwawancarai Awak Media Merah Putih Beberapa Waktu Lalu

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Diwawancarai Awak Media Merah Putih Beberapa Waktu Lalu

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Memasuki akhir tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan peringatan keras terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada periode peralihan menuju tahun 2026.

“Kami tentu berharap tidak ada bencana di Kabupaten Sumenep, namun kewaspadaan adalah langkah paling penting agar kita mampu meminimalkan risiko sejak dini,” kata Bupati Fauzi, Rabu (03/12/2025).

Menurutnya, mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat aktif dalam pencegahan, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu.

Baca Juga :  Primkop Kartika Garuda 27 Kodim 0827 Sumenep Gelar RAT Tutup Buku 2022

Orang nomor wahid di kabupaten Sumenep itu menekankan langkah-langkah sederhana namun krusial, seperti membersihkan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, tidak membuang sampah sembarangan, serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar saat hujan deras.

“Sekecil apa pun tindakan mitigasi dari masyarakat akan sangat berarti. Keselamatan adalah prioritas kita bersama,” tegasnya.

Pihaknya mengingatkan warga yang merencanakan perjalanan libur akhir tahun agar memantau informasi cuaca secara berkala. Bila situasi dinilai berbahaya, ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri.

“Kalau kondisi tidak memungkinkan, tunda perjalanan. Keselamatan adalah yang utama,” ujar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menambahkan. 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui keterangannya menyebutkan bahwa Indonesia memasuki fase Monsoon Asia aktif mulai minggu kedua Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Baca Juga :  Tinjau Kawasan Konservasi Mangrove Tahura, Presiden Jokowi: Kita Siap Terima Tamu G20 di Bali

Fenomena atmosfer lain seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, Rossby Equator, serta seruak dingin Siberia turut memperkuat potensi hujan ekstrem.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan sejumlah daerah rawan pembentukan bibit siklon, termasuk Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa–Bali, NTB, NTT, Maluku, hingga Papua Selatan dan Papua Tengah.

Meski Indonesia bukan jalur utama siklon tropis, Faisal mengingatkan bahwa anomali cuaca bisa mengubah pola tersebut.

Baca Juga :  Kwarcab Sumenep Delegasikan Pramuka Terbaik untuk ikut Lomba Tingkat 4 Jawa Timur

Ia mencontohkan Siklon Senyar yang beberapa waktu lalu memicu kerusakan luas di Aceh dengan intensitas hujan mencapai lebih dari 380 mm per hari.

Pada periode 28 Desember 2025 – 10 Januari 2026, hampir seluruh wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, serta Papua Selatan masuk kategori hujan tinggi hingga sangat tinggi, yakni mencapai 300–500 mm per bulan.

Melihat kondisi tersebut, ketua DPC PDI-P Sumenep kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan.

“Tidak perlu panik, namun tetap waspada. Mari kita jaga Sumenep bersama agar tetap aman dan tangguh menghadapi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (REDJAVA****) 

Berita Terkait

Bersihkan dari Halinar, Rutan Sumenep Geledah Kamar dan Tes Urine Warga Binaan
Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara
Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding
Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak
Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep
Cuaca Sumenep Stabil, BMKG Ingatkan Risiko Dehidrasi dan Gelombang Laut
Diskop UKM Sumenep Perketat Pengawasan, Pastikan Koperasi Berjalan Sesuai Aturan
Sulaisi Perkuat Fondasi APSI Lewat Konsolidasi Nasional dan Literasi Digital

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:30 WIB

Bersihkan dari Halinar, Rutan Sumenep Geledah Kamar dan Tes Urine Warga Binaan

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:31 WIB

Kelangkaan BBM Subsidi Ancam Keuntungan Petani Tembakau Sumenep, Gapoktan Angkat Bicara

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:58 WIB

Hadapi Era Digital, MUI Sumenep Bekal Da’i Ilmu Personal Branding

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Pastikan Data Tak Ada Hubungannya dengan Pajak

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:59 WIB

Danrem Bhaskara Jaya Tegaskan MANTAP Jadi Pedoman Tugas Prajurit Kodim Sumenep

Berita Terbaru