JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep sebagai ajang mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi, serta membangun soliditas kebersamaan antara relawan, simpatisan, dan awak media.
Kegiatan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi wadah komunikasi lintas elemen, sekaligus memperkuat hubungan emosional di tengah dinamika sosial dan politik masyarakat.
Inisiator kegiatan, Maryono mengatakan bahwa agenda silaturahmi ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan tradisi yang telah lama dijaga sejak dirinya masih aktif di jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Kota Sumenep.
“Silaturahmi dan ramah tamah di momentum Iduladha ini sudah menjadi agenda rutin tahunan sejak saya masih berada di PAC PDIP Kota Sumenep. Hingga saat ini, alhamdulillah semangat kebersamaan itu tetap terjaga dengan baik,” kata Maryono usai kegiatan, Kamis (28/05/2026) malam.
Ia menjelaskan, Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai perayaan ibadah kurban, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai solidaritas sosial, kepedulian, serta penguatan komunikasi antar elemen masyarakat.

Menurutnya, relawan, simpatisan, dan media memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan informasi serta membangun iklim demokrasi yang sehat, konstruktif, dan harmonis di daerah.
“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga budaya silaturahmi agar komunikasi, persaudaraan, dan rasa saling menghargai tetap terpelihara,” tegasnya.
Selain silaturahmi dan ramah tamah, kegiatan juga diisi dengan dialog santai serta makan bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para peserta tampak antusias berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai berbagai isu sosial kemasyarakatan.
Maryono berharap, tradisi kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Sumenep.
“Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan rasa saling menghormati. Karena dari silaturahmi inilah lahir kekuatan sosial, persatuan, dan solidaritas yang kokoh di tengah masyarakat,” pungkas Maryono. (REDJAVA****)












