JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum pergantian tahun 2023, Wisata Duribang di Desa Rombiye Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus bergeliat dan berinovasi.
Destinasi wisata yang menawarkan pesona alam terbuka menjadi pertunjukan di momen pergantian tahun baru menuju 2024.
Dari pantauan awak media saat menemui owner usaha wisata Duribang, Faisol, S.Sos bersama istrinya, Fitri Nurmaiya Said, S.Ama dan putrinya Nabila Millatifa Izal saat bersantai di areal taman Duribang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faisol, S.Sos mengatakan rest area Duribang alam terbuka di konsep sangat sederhana namun memberikan sajian khas buah secara gratis bagi para pengunjung yang datang.
“Wisata Duribang dengan konsep sederhana bisa dijadikan ajang bermain bagi sejumlah anak-anak dan orang tua, selain itu kami berikan layanan gratis buah segar kepada pengunjung yang datang,” kata Faisol, S.Sos. Senin (01/01/2024).
Menurut Faisol menceritakan awal wisata Duribang ini mulai dikenal publik, sejak terlihat banyaknya anak-anak yang datang lalu menggunakan selfi depan berlatar belakang pemandangan lepas rest area Duribang.
‘Itu bisa dilihat di unggahan dibeberapa media sosial seperti, Facebook, WhatsAppnya dan lainnya,” imbuhnya.
Diceritakan lebih lanjut oleh owner wisata Duribang, awalnya saya bersama keluarga membuat rest area, jadi setiap pulang kerja, saya nongkrong dengan keluarga sambil lalu mendesain tanah dengan sempit tapi banyak manfaat.
“Momen ini banyak digunakan anak-anak sebagai ajang edukasi, belajar sambil bermain bahkan orang tua juga bisa memanfaatkan untuk menikmati alam terbuka,” paparnya.
Selain itu, wisata alam Duribang dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk bermusyawarah bagi keluarga dan mahasiswa, bahkan dijadikan sebagai prewedding bagi calon pengantin.
“Konsep wisata Duribang itu terbuka bagi kalangan umum, terbuka dan bebas yang terpenting sopan dan memanfaatkan fasilitas dengan baik. Jadi siapapun bisa menikmati indahnya wisata akan terbuka di Taman Duribang,” terang Faisol, S.Sos.
Dikatakan Faisol mendesain tanah dengan ukuran sempit itu bukanlah hal yang mudah, butuh tenaga dan pikiran ektra, sebab jika salah langkah dapat merusak pemandangan dan rasa sehingga berdampak kepada nilai estetika dalam sebuah artistik.
“Maka dari itu konsepnya selalu berubah terutama dalam penataan ruang lingkup dengan ukuran sempit, khususnya kombinasi masalah penataan tanaman dan bunga,” ungkapnya.
Menata artistik sambung Faisol sama dengan membuat panggung dalam sebuah pertunjukan diperlukan dialektika rasa, sehingga dapat dirasakan untuk semua kalangan, baik anak-anak, dewasa dan masyarakat umum.
Lebih lanjut Faisol mengatakan, menyukai dunia artistik bagian dari merawat jiwa yang kerontang yang selalu merindukan keindahan. Dan indah itu adalah artistik yang sebenarnya.
“Jadi saya bersama keluarga akan selalu menyempatkan waktu untuk merawat bumi dan menghijaukan suasana gersang dengan keindahan yang hakiki,” pungkasnya. (REDJAVA****)









