Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'squeaky_ligate' not found or invalid function name in /home/u1556420/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 341
Meritum dan Kratos di Ujung Seleksi Sekdakab Sumenep - Java Network

Meritum dan Kratos di Ujung Seleksi Sekdakab Sumenep

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PWRI Jawa Timur Ridwan Sutardjo

Ketua PWRI Jawa Timur Ridwan Sutardjo

JAVANETWORK.CO.ID.OPINI – Seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep telah sampai pada babak terakhir. Enam nama tersisa, satu kursi puncak birokrasi diperebutkan. Di titik ini, proses seleksi tak lagi sekadar urusan administratif, melainkan telah menjelma menjadi cermin nilai dan arah tata kelola pemerintahan daerah.

Jabatan Sekda adalah simpul strategis. Ia berada di antara dunia politik dan profesionalisme birokrasi. Di tangan Sekda, kebijakan kepala daerah diterjemahkan menjadi kerja nyata organisasi. Karena itu, seleksi Sekda selalu menghadirkan dialektika klasik antara dua konsep besar: Meritum dan Kratos.

Meritum berarti kelayakan kompetensi, integritas, rekam jejak, dan prestasi. Sementara Kratos adalah kekuasaan otoritas politik yang secara konstitusional dimiliki kepala daerah. Dari pertemuan dua konsep inilah lahir istilah meritokrasi, sebuah prinsip yang menempatkan kekuasaan di bawah kendali kelayakan.

Di fase akhir seleksi ini, publik Sumenep mulai bertanya dengan nada yang wajar dan elegan: apakah hasil seleksi akan sepenuhnya ditentukan oleh Meritum, ataukah Kratos masih akan memainkan peran dominan? Pertanyaan ini bukan bentuk kecurigaan, melainkan ekspresi kepedulian terhadap masa depan birokrasi daerah.

Ketua PWRI Jawa Timur menyuarakan kegelisahan yang senyap namun bermakna. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir Bupati Sumenep dalam menerima hasil seleksi akan menjadi pesan simbolik bagi ASN dan masyarakat luas. Apakah birokrasi Sumenep benar-benar dikelola sebagai ruang profesional, atau masih berada dalam bayang-bayang preferensi kekuasaan.

Harus diakui, kekuasaan tidak mungkin dihapus dari proses pemerintahan. Namun dalam negara hukum modern, kekuasaan idealnya dijinakkan oleh kelayakan. Di situlah esensi meritokrasi bekerja. Kekuasaan tetap berjalan, tetapi ia patuh pada nilai objektivitas, bukan sebaliknya.

Sumenep hari ini berada pada momentum penting. Tantangan pembangunan, tuntutan pelayanan publik, serta harapan masyarakat yang semakin kritis membutuhkan Sekda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara etis. Sosok yang mampu menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan, sekaligus setia pada kepentingan publik.

Karena itu, siapa pun yang kelak ditetapkan sebagai Sekdakab Sumenep, publik berharap ia lahir dari proses yang jujur dan bermartabat. Bukan sekadar menang dalam seleksi, tetapi layak secara Meritum dan diterima secara moral.

Di ujung proses ini, keputusan Bupati Sumenep akan dikenang bukan semata sebagai keputusan personal, melainkan sebagai penanda sejarah kecil tentang bagaimana kekuasaan dipraktikkan. Apakah ia memilih meneguhkan meritokrasi, atau membiarkan

kekuasaan berjalan tanpa cukup kendali.
Seleksi Sekdakab Sumenep bukan hanya tentang satu jabatan. Ia adalah cerita tentang bagaimana daerah ini merawat harapan, profesionalisme, dan kepercayaan publik dengan cara yang tenang, dewasa, dan bermakna. (REDJAVA/$$$$)

Penulis : Ridwan Sutardjo (Ketua PWRI Jatim) Selasa 10/02/2026

Berita Terkait

Diusulkan Raih Hoegeng Awards 2026, Kombes Pol Nourul Hidayat Tuai Dukungan di Grup Sataretan SMANSA 93 Sumenep
Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang, Warga Diminta Bantu Informasi Keberadaan Yadan Nabila
Hangatnya Berbagi di Ramadhan, Komunitas Ladys Pinky Griya Mapan Bagikan Takjil di Jantung Kota Sumenep
Tebar Berkah Ramadhan, GPS Pabian Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Camat Pragaan Sebut Kehadiran Pangdam Kodam V/Brawijaya Motivasi Besar bagi Masyarakat
Berkah Ramadhan di Sumenep: Keluarga Besar Cemat Cemut Berbagi Sembako dan Takjil untuk Anak Yatim dan Duafa
Terik Matahari Tak Halangi Perantau Madura di Klaten, Paguyuban TKM Kumpulkan Zakat Fitrah untuk Warga Membutuhkan
Kupas Program Strategis Presiden Prabowo, Dr. Naghfir Luncurkan Buku Koperasi Merah Putih untuk Kebangkitan Ekonomi Desa

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:00 WIB

Diusulkan Raih Hoegeng Awards 2026, Kombes Pol Nourul Hidayat Tuai Dukungan di Grup Sataretan SMANSA 93 Sumenep

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:22 WIB

Polres Sumenep Umumkan Pencarian Orang Hilang, Warga Diminta Bantu Informasi Keberadaan Yadan Nabila

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:06 WIB

Hangatnya Berbagi di Ramadhan, Komunitas Ladys Pinky Griya Mapan Bagikan Takjil di Jantung Kota Sumenep

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:46 WIB

Tebar Berkah Ramadhan, GPS Pabian Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:30 WIB

Camat Pragaan Sebut Kehadiran Pangdam Kodam V/Brawijaya Motivasi Besar bagi Masyarakat

Berita Terbaru