Meritum dan Kratos di Ujung Seleksi Sekdakab Sumenep

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PWRI Jawa Timur Ridwan Sutardjo

Ketua PWRI Jawa Timur Ridwan Sutardjo

JAVANETWORK.CO.ID.OPINI – Seleksi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep telah sampai pada babak terakhir. Enam nama tersisa, satu kursi puncak birokrasi diperebutkan. Di titik ini, proses seleksi tak lagi sekadar urusan administratif, melainkan telah menjelma menjadi cermin nilai dan arah tata kelola pemerintahan daerah.

Jabatan Sekda adalah simpul strategis. Ia berada di antara dunia politik dan profesionalisme birokrasi. Di tangan Sekda, kebijakan kepala daerah diterjemahkan menjadi kerja nyata organisasi. Karena itu, seleksi Sekda selalu menghadirkan dialektika klasik antara dua konsep besar: Meritum dan Kratos.

Meritum berarti kelayakan kompetensi, integritas, rekam jejak, dan prestasi. Sementara Kratos adalah kekuasaan otoritas politik yang secara konstitusional dimiliki kepala daerah. Dari pertemuan dua konsep inilah lahir istilah meritokrasi, sebuah prinsip yang menempatkan kekuasaan di bawah kendali kelayakan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pengamanan Malam Tahun Baru 2024, Berikut Pesan Kapolres Sumenep

Di fase akhir seleksi ini, publik Sumenep mulai bertanya dengan nada yang wajar dan elegan: apakah hasil seleksi akan sepenuhnya ditentukan oleh Meritum, ataukah Kratos masih akan memainkan peran dominan? Pertanyaan ini bukan bentuk kecurigaan, melainkan ekspresi kepedulian terhadap masa depan birokrasi daerah.

Ketua PWRI Jawa Timur menyuarakan kegelisahan yang senyap namun bermakna. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir Bupati Sumenep dalam menerima hasil seleksi akan menjadi pesan simbolik bagi ASN dan masyarakat luas. Apakah birokrasi Sumenep benar-benar dikelola sebagai ruang profesional, atau masih berada dalam bayang-bayang preferensi kekuasaan.

Baca Juga :  PLN UP3 Madura Pastikan Keandalan Listrik, Sukseskan Madura Culture Festival 3 di Sumenep

Harus diakui, kekuasaan tidak mungkin dihapus dari proses pemerintahan. Namun dalam negara hukum modern, kekuasaan idealnya dijinakkan oleh kelayakan. Di situlah esensi meritokrasi bekerja. Kekuasaan tetap berjalan, tetapi ia patuh pada nilai objektivitas, bukan sebaliknya.

Sumenep hari ini berada pada momentum penting. Tantangan pembangunan, tuntutan pelayanan publik, serta harapan masyarakat yang semakin kritis membutuhkan Sekda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara etis. Sosok yang mampu menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan, sekaligus setia pada kepentingan publik.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Baksos di TPA Batuan, Sambut Hari Bhayangkara ke-77

Karena itu, siapa pun yang kelak ditetapkan sebagai Sekdakab Sumenep, publik berharap ia lahir dari proses yang jujur dan bermartabat. Bukan sekadar menang dalam seleksi, tetapi layak secara Meritum dan diterima secara moral.

Di ujung proses ini, keputusan Bupati Sumenep akan dikenang bukan semata sebagai keputusan personal, melainkan sebagai penanda sejarah kecil tentang bagaimana kekuasaan dipraktikkan. Apakah ia memilih meneguhkan meritokrasi, atau membiarkan

kekuasaan berjalan tanpa cukup kendali.
Seleksi Sekdakab Sumenep bukan hanya tentang satu jabatan. Ia adalah cerita tentang bagaimana daerah ini merawat harapan, profesionalisme, dan kepercayaan publik dengan cara yang tenang, dewasa, dan bermakna. (REDJAVA/$$$$)

Penulis : Ridwan Sutardjo (Ketua PWRI Jatim) Selasa 10/02/2026

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru