JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep terasa berbeda pagi itu. Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) tampak antusias mengikuti kegiatan Pembinaan Karier, Prestasi, dan Mental yang digelar dengan tema “ASN Kemenag Sumenep Berintegritas dan Melayani dengan Ikhlas.”
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pembinaan pegawai, melainkan upaya serius Kemenag Sumenep untuk menanamkan kembali nilai dasar pelayanan publik: kejujuran, dedikasi, dan ketulusan dalam bekerja.
Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, dalam sambutannya menegaskan bahwa ASN Kemenag memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dibandingkan aparatur pada instansi lain.
“ASN Kemenag bukan hanya bekerja untuk memenuhi target administratif, tetapi juga menjadi teladan moral di tengah masyarakat,” ujar Wasid membuka arahannya.
Menurutnya, keberhasilan ASN bukan diukur dari capaian angka atau laporan kerja semata, tetapi dari dampak pelayanan yang dirasakan oleh umat.
“Keikhlasan adalah ruh pelayanan di Kementerian Agama. Kalau hati kita bersih, pelayanan pun akan bernilai ibadah,” tegasnya.
Wasid menjelaskan, pembinaan karier dan mental ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya kerja ASN yang profesional sekaligus berkarakter. Dengan fondasi spiritual yang kuat, ASN diharapkan tidak mudah tergoda pada hal-hal yang dapat merusak integritas birokrasi.
“Integritas itu seperti cermin. Sekali retak, sulit diperbaiki. Karena itu, ASN Kemenag harus menjaga amanah publik dengan penuh tanggung jawab,” ujar Abdul Wasid.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN agar membangun etos kerja berbasis kolaborasi dan keteladanan. Menurutnya, pelayanan publik akan bermakna bila disertai kesadaran untuk saling menguatkan di lingkungan kerja.
“Kita harus melayani dengan hati, bukan hanya dengan aturan. Masyarakat membutuhkan kehadiran ASN yang empatik, santun, dan mampu memberikan solusi,” tandasnya.
Kegiatan yang diikuti seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Sumenep itu berlangsung penuh semangat. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan berkomitmen untuk memperbaiki kinerja, memperkuat integritas, serta meningkatkan mutu pelayanan publik berbasis nilai-nilai keagamaan.
Pembinaan ini menjadi momentum penting bagi Kemenag Sumenep untuk terus mencetak ASN yang berintegritas, profesional, dan berjiwa pengabdian sebuah cita-cita yang sejalan dengan semangat reformasi birokrasi menuju lembaga keagamaan yang bersih, melayani, dan bermartabat. (REDJAVA****)











