JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan arahan Presiden Jokowi soal kasus penembakan Brigadir J. Menurut dia, Kepala Negara meminta dibuka ke publik dan tak ada yang disembunyikan.
“Presiden Joko Widodo minta agar kasus terkait tewasnya Brigadir J ini dibuka dengan sejujur-jujurnya. Kalau ada yang tersembunyi atau disembunyikan nanti akan terlihat kalau ada upaya seperti itu,” ungkap Mahfud MD kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore (02/08/2022).
Mahfud MD menyebut sejumlah lembaga seperti Kompolnas, LPSK, hingga Komnas HAM, juga berkoordinasi dengan dirinya terkait penanganan kasus Brigadir J. Dia juga meminta agar masyarakat turut mengawasi.
“Laporan ke saya itu Komnas HAM, masyarakat sipil, pengacaranya, ya LPSK, ya Kompolnas, semuanya lapor. Jadi saya minta masyarakat ikuti saja perkembangan ini nanti akan ada ujungnya. Saya tidak akan masuk ke Substansinya,” tutur Mahfud MD.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi kembali mengintruksikan kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo untuk diusut tuntas.
“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Transparan,” ujar presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di pulau Rinca, Taman Nasional Komodo yang disiarkan kanal You Tube Sekretariat Negara, Kamis (21/07/2022).
Menurut Presiden Jokowi, tindakan transparan tersebut penting dilakukan oleh Polri agar tidak mengundang keraguan dari masyarakat, Hal itu kerap muncul lantaran peristiwa pembunuhan tersebut melibatkan anggota polri.
“Itu sangat penting agar masyarakat tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus tetap dijaga,” pinta Presiden Jokowi. (REDJAVA/****).











