Menjadi Kuat Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Naghfir's Institute adalah Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn..

Direktur Naghfir's Institute adalah Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn..

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, setiap orang hampir pasti pernah merasakan lelah. Lelah menghadapi pekerjaan, tanggung jawab keluarga, masalah ekonomi, bahkan persoalan batin yang sering kali tak terlihat oleh orang lain.

Namun, ada satu hal yang sering dilupakan: menjadi kuat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Dalam kehidupan modern, ketahanan mental menjadi modal penting untuk bertahan. Banyak orang mengira kekuatan berarti tidak pernah jatuh atau tidak pernah merasa rapuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal kenyataannya, kekuatan justru lahir dari kemampuan seseorang untuk bangkit setelah jatuh dan tetap melangkah meski langkahnya terasa berat.

Baca Juga :  Nelayan Gresik Ditemukan Menjadi Mayat di Pulau Raas Sumenep

Rasa lelah adalah hal yang manusiawi. Tidak ada manusia yang selalu berada dalam kondisi sempurna. Bahkan mereka yang tampak paling tegar pun pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya.

Karena itu, merasa lelah bukanlah tanda kelemahan. Yang menjadi persoalan adalah ketika rasa lelah berubah menjadi keputusasaan.

Di sinilah pentingnya membedakan antara lelah dan menyerah. Lelah adalah kondisi sementara yang dapat dipulihkan dengan istirahat, refleksi, dan penguatan diri.

Sementara menyerah adalah keputusan yang menghentikan langkah seseorang untuk terus berjuang. Banyak kisah sukses lahir dari mereka yang hampir menyerah, namun memilih bertahan sedikit lebih lama.

Baca Juga :  Peringati HSN 2025, Bupati Fauzi Tegaskan Komitmen Dukung Pesantren dan Ekonomi Umat

Mereka mungkin berhenti sejenak untuk menarik napas, menata kembali pikiran, dan mencari kekuatan baru. Namun mereka tidak berhenti untuk selamanya.

Dalam perspektif spiritual, kekuatan juga sering kali bersumber dari kedekatan dengan Tuhan. Bagi umat Islam, salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menenangkan hati adalah dengan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sholawat bukan hanya bentuk cinta kepada Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana menenangkan jiwa dan menguatkan hati di tengah berbagai ujian kehidupan.

Sholawat menghadirkan ketenangan batin. Dalam banyak pengalaman spiritual, seseorang yang rutin melafalkan sholawat sering merasakan hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih jernih, serta harapan yang kembali tumbuh.

Baca Juga :  Sejarah Baru di Sumenep! Warga Desa Ganding Jadi Saksi Lahirnya Sistem Pajak Non Tunai

Pada akhirnya, kehidupan memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Akan ada masa ketika segala sesuatu terasa berat dan melelahkan. Namun selama seseorang masih memiliki keyakinan, harapan, dan kesediaan untuk terus melangkah, maka tidak ada alasan untuk menyerah.

Karena dalam perjalanan hidup, kita boleh merasa lelah. Tapi kita tidak boleh berhenti berjuang.

Menjadi kuat bukanlah pilihan. Ia adalah keharusan. Dan di antara langkah-langkah kecil untuk tetap kuat itu, memperbanyak sholawat bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga hati tetap teguh. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU