Menjadi Kuat Bukan Pilihan, Tapi Keharusan

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Naghfir's Institute adalah Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn..

Direktur Naghfir's Institute adalah Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn..

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, setiap orang hampir pasti pernah merasakan lelah. Lelah menghadapi pekerjaan, tanggung jawab keluarga, masalah ekonomi, bahkan persoalan batin yang sering kali tak terlihat oleh orang lain.

Namun, ada satu hal yang sering dilupakan: menjadi kuat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Dalam kehidupan modern, ketahanan mental menjadi modal penting untuk bertahan. Banyak orang mengira kekuatan berarti tidak pernah jatuh atau tidak pernah merasa rapuh.

Padahal kenyataannya, kekuatan justru lahir dari kemampuan seseorang untuk bangkit setelah jatuh dan tetap melangkah meski langkahnya terasa berat.

Baca Juga :  Tim Bola Voli Arya Wiraraja Unija Lumat Uniba 3-0 di Ramadhan Exhibition In Campus 2025

Rasa lelah adalah hal yang manusiawi. Tidak ada manusia yang selalu berada dalam kondisi sempurna. Bahkan mereka yang tampak paling tegar pun pernah berada pada titik terendah dalam hidupnya.

Karena itu, merasa lelah bukanlah tanda kelemahan. Yang menjadi persoalan adalah ketika rasa lelah berubah menjadi keputusasaan.

Di sinilah pentingnya membedakan antara lelah dan menyerah. Lelah adalah kondisi sementara yang dapat dipulihkan dengan istirahat, refleksi, dan penguatan diri.

Sementara menyerah adalah keputusan yang menghentikan langkah seseorang untuk terus berjuang. Banyak kisah sukses lahir dari mereka yang hampir menyerah, namun memilih bertahan sedikit lebih lama.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Satresnarkoba Polres Sumenep Tangkap Terduga Pelaku Narkoba di Paberasan

Mereka mungkin berhenti sejenak untuk menarik napas, menata kembali pikiran, dan mencari kekuatan baru. Namun mereka tidak berhenti untuk selamanya.

Dalam perspektif spiritual, kekuatan juga sering kali bersumber dari kedekatan dengan Tuhan. Bagi umat Islam, salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menenangkan hati adalah dengan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sholawat bukan hanya bentuk cinta kepada Rasulullah, tetapi juga menjadi sarana menenangkan jiwa dan menguatkan hati di tengah berbagai ujian kehidupan.

Sholawat menghadirkan ketenangan batin. Dalam banyak pengalaman spiritual, seseorang yang rutin melafalkan sholawat sering merasakan hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih jernih, serta harapan yang kembali tumbuh.

Baca Juga :  Peringatan BMKG: Gempa 4.2 SR Guncang Tenggara Sumenep, Data Terus Diperbaharui

Pada akhirnya, kehidupan memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Akan ada masa ketika segala sesuatu terasa berat dan melelahkan. Namun selama seseorang masih memiliki keyakinan, harapan, dan kesediaan untuk terus melangkah, maka tidak ada alasan untuk menyerah.

Karena dalam perjalanan hidup, kita boleh merasa lelah. Tapi kita tidak boleh berhenti berjuang.

Menjadi kuat bukanlah pilihan. Ia adalah keharusan. Dan di antara langkah-langkah kecil untuk tetap kuat itu, memperbanyak sholawat bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga hati tetap teguh. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru