Menata Keraton Sumenep, Menguji Nyali TACB di Awal Langkah

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menata Keraton Sumenep: Ujian Nyali TACB di Titik Nol Pelestarian

Menata Keraton Sumenep: Ujian Nyali TACB di Titik Nol Pelestarian

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di setiap awal langkah, selalu ada satu keputusan yang menentukan arah masa depan. Bagi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep, momen itu bukan sekadar formalitas pembentukan lembaga. Ia adalah ujian nyata dan panggungnya sudah jelas: Keraton Sumenep.

Publik tidak menunggu seremoni panjang. Tidak pula menanti rapat-rapat yang berakhir pada tumpukan dokumen. Yang diharapkan sederhana: tindakan konkret yang terasa. Dan jika ada satu titik paling logis untuk memulai, keraton adalah jawabannya.

Sebab keraton bukan sekadar bangunan tua yang berdiri diam dalam lintasan waktu. Ia adalah jantung sejarah Sumeneptempat lahirnya tata pemerintahan, denyut kebudayaan, hingga identitas sosial yang masih hidup hari ini. Di sanalah masa lalu tidak hanya dikenang, tetapi membentuk siapa kita sekarang.

Baca Juga :  Investor Singapura Tertarik ke Sumenep, LSM BIDIK Dorong Transformasi Sektor Perikanan

Namun di balik status simboliknya, terselip pertanyaan yang sulit dihindari: apakah keraton benar-benar dilindungi secara serius, atau hanya dijaga dalam narasi?

Di sinilah TACB diuji bukan oleh wacana, tetapi oleh keberanian mengambil sikap.

Menetapkan status cagar budaya tidak lagi cukup. Itu langkah administratif, bukan solusi. Tantangan sesungguhnya ada pada sesuatu yang lebih konkret: penataan zona inti dan kawasan penyangga secara tegas, transparan, dan bisa dipahami publik.

Di mana batas ruang sejarah itu?
Apa yang boleh dilakukan di dalamnya?
Dan apa yang harus dihentikan?
Tanpa jawaban jelas, pelestarian hanya akan menjadi jargon yang indah di atas kertas.

Baca Juga :  Ketum FRN Agus Flores Keluhkan ke Presiden Jokowi, Berhenti Awasi Tambang Lagi, Mau Hidup Apa Adanya Saja

Penataan zona bukan sekadar urusan teknis tata ruang. Ia adalah pernyataan sikap. Bahwa Sumenep tidak sedang bermain-main dengan warisan leluhurnya. Bahwa ada keseriusan untuk menjaga bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga marwah sejarah yang melekat di dalamnya.

Tentu, langkah ini tidak akan berjalan tanpa riak. Akan ada gesekan dengan kepentingan ekonomi, aktivitas masyarakat, bahkan kebiasaan lama yang sudah mengakar. Namun justru di situlah makna sebuah keputusan: berani menata, bukan sekadar mengikuti keadaan.

Baca Juga :  Prihal Sekolah Media, Begini Kata Wahyudi Afrizal selaku Direktur Tim Media Kabhar Langghar

Sejarah tidak pernah terjaga oleh kompromi yang terus-menerus.
Jika TACB ingin dikenang sebagai lembaga yang hidup bukan sekadar pelengkap administratif maka momentum awal ini tidak boleh disia-siakan.

Menata Keraton Sumenep berarti mengirim pesan kuat kepada publik: bahwa pelestarian bukan basa-basi, melainkan arah kebijakan yang serius.

Pada akhirnya, pertanyaannya menjadi sangat sederhana, sekaligus mendasar:
Apakah kita benar-benar siap menjaga jantung sejarah ini dengan sungguh-sungguh?

Ataukah kita akan membiarkannya perlahan kehilangan makna di tengah perubahan zaman? Karena yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah bangunan. Melainkan identitas Sumenep itu sendiri.

Penulis : RB. Zainal Arifin, Rabu (06/05/2026)

Editor : REDJAVA

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru