Melalui Dinkes P2KB, Pemkab Sumenep Gelar Audit Kasus Stunting II

Selasa, 29 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi di Acara Audit Kasus Stunting II

Plt Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi di Acara Audit Kasus Stunting II

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemkab Sumenep melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) gelar Audit Kasus Stunting II serta melakukan Desiminasi, Evaluasi dan Rencana tindak lanjut.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi, Kepala Dinkes P2KB drg. Ellya Fardasah, M.Kes, beserta jajaran dan tamu terundang lainnya, Selasa (29/10/2024).

Pelaksana Teknis (Plt) Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi mengatakan kegiatan Audit Kasus Stunting ini digelar dikarenakan kasus ini sudah menurun di Kabupaten Sumenep.

“Dari 21,6% menjadi 16.7%, bahkan ditargetkan bisa turun sesuai hingga 14% sesuai target nasional,” kata Plt Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi dihadapan peserta yang hadir.

Maka dari itu kata Plt Bupati Sumenep yang sekaligus Ketua Fatayat NU Kabupaten menyebut perlunya kerja sama dan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA).

Baca Juga :  Wujudkan Lingkungan Bersih, Babinsa Ganding Ajak Masyarakat Bersihkan Pasar Hewan

“KUA Kemenag Sumenep ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada para pasangan pengantin agar lebih siap melahirkan generasi-generasi emas,” terang Nyai Eva sapaannya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri, menurut Nyai Eva akan memulai kegiatan ini dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

“Kita akan libatkan semua elemen dari unsur terkecil sehingga masyarakat Sumenep paham bagaimana betapa pentingnya mendidik dan merawat anak-anak,” ungkap Plt Bupati Sumenep.

Lebih jauh dirinya menambahkan, selain memberikan edukasi dan pemahaman kepada setiap pasangan calon pengantin baru pencegahan kasus stunting.

“Kita akan berupaya meminimalisir perkawinan anak usia dini. Dan ini menjadi salah satu penyumbang kasus stunting di Kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya Nyai Eva. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 10:40 WIB

Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru