JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemkab Sumenep melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) gelar Audit Kasus Stunting II serta melakukan Desiminasi, Evaluasi dan Rencana tindak lanjut.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi, Kepala Dinkes P2KB drg. Ellya Fardasah, M.Kes, beserta jajaran dan tamu terundang lainnya, Selasa (29/10/2024).

Pelaksana Teknis (Plt) Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi mengatakan kegiatan Audit Kasus Stunting ini digelar dikarenakan kasus ini sudah menurun di Kabupaten Sumenep.
“Dari 21,6% menjadi 16.7%, bahkan ditargetkan bisa turun sesuai hingga 14% sesuai target nasional,” kata Plt Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, SH, MH, MPdi dihadapan peserta yang hadir.
Maka dari itu kata Plt Bupati Sumenep yang sekaligus Ketua Fatayat NU Kabupaten menyebut perlunya kerja sama dan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA).

“KUA Kemenag Sumenep ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada para pasangan pengantin agar lebih siap melahirkan generasi-generasi emas,” terang Nyai Eva sapaannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sendiri, menurut Nyai Eva akan memulai kegiatan ini dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.
“Kita akan libatkan semua elemen dari unsur terkecil sehingga masyarakat Sumenep paham bagaimana betapa pentingnya mendidik dan merawat anak-anak,” ungkap Plt Bupati Sumenep.
Lebih jauh dirinya menambahkan, selain memberikan edukasi dan pemahaman kepada setiap pasangan calon pengantin baru pencegahan kasus stunting.
“Kita akan berupaya meminimalisir perkawinan anak usia dini. Dan ini menjadi salah satu penyumbang kasus stunting di Kabupaten yang kita cintai ini,” pungkasnya Nyai Eva. (REDJAVA****)













