JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah tekanan krisis iklim dan ketidakpastian ketahanan pangan global, Pulau Madura mulai menata ulang arah pembangunan pertaniannya. Media digital spesialis pertanian, Maduratani.com, menggelar Maduratani Award 2026 sebagai forum apresiasi sekaligus konsolidasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi agrikultur Madura menuju swasembada pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep itu mempertemukan pemerintah daerah, insan pers, dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Ajang tersebut dimaksudkan bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan ruang refleksi peran media dalam mengawal kebijakan dan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim serta dinamika pasar.
Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania, mengatakan bahwa sektor pertanian Madura kini berada pada fase transisi krusial. Dominasi lahan kering menuntut perubahan pendekatan dari pola konvensional menuju pertanian berbasis presisi dan teknologi.

“Madura tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama. Tantangan iklim, keterbatasan air, dan fluktuasi pasar menuntut pendekatan yang lebih presisi,” ujar Ferry Arbania.
Menurut dia, perubahan paradigma tersebut hanya bisa dicapai apabila petani memperoleh akses yang memadai terhadap data, informasi teknis, dan kebijakan publik. Di titik itulah Maduratani.com memosisikan diri sebagai lebih dari sekadar media pemberitaan.
“Peran media hari ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan data agroklimatologi, kebijakan, dan pengetahuan teknis sampai ke petani secara utuh dan tepat waktu,” kata Ferry.
Ia menjelaskan, Maduratani.com berupaya mendorong penguatan literasi pertanian melalui penyajian data iklim, perbaikan rantai pasok, serta percepatan mekanisasi pertanian. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman di empat kabupaten di Pulau Madura.
Selain aspek hulu, Maduratani.com juga menaruh perhatian pada hilirisasi komoditas unggulan. Jagung, tembakau, dan hortikultura Madura dinilai memiliki potensi ekonomi besar, namun masih menghadapi kendala pada tata kelola pascapanen dan akses pasar.
“Tanpa hilirisasi yang kuat, petani akan terus berada di posisi rentan. Nilai tambah harus diciptakan di daerah agar kesejahteraan petani meningkat secara berkelanjutan,” ujar Ferry.
Isu mitigasi perubahan iklim menjadi fokus lain yang diangkat dalam Maduratani Award 2026. Melalui penyajian kalender tanam terpadu dan informasi cuaca berbasis wilayah, risiko gagal panen akibat anomali iklim diharapkan dapat ditekan. Integrasi teknologi komunikasi juga diarahkan untuk memutus kesenjangan informasi antara pemerintah dan petani.
“Kami ingin Maduratani.com menjadi jembatan komunikasi kebijakan pertanian, sehingga petani tidak lagi tertinggal dalam arus informasi yang menentukan masa tanam dan produksi mereka,” tutup Ferry.
Sebagai media digital yang berfokus pada sektor agrikultur, peternakan, dan perikanan, Maduratani.com secara konsisten mengusung perspektif pembangunan berkelanjutan. Dukungan dari asosiasi wartawan, insan pers, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa agenda kemandirian pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Maduratani Award 2026 menjadi penanda penghormatan bagi para petani, penyuluh, dan inovator pangan yang bekerja di garis depan. Di tengah dinamika global, Madura perlahan menegaskan posisinya sebagai wilayah yang tidak hanya bertahan, tetapi juga bersiap mengambil peran strategis dalam peta kedaulatan pangan Indonesia. (REDJAVA/$$$)













