Maduratani Award 2026: Media Pertanian Dorong Perubahan Paradigma Agrikultur Madura

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Bersama Owner Media Maduratani Ferry Albania

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Bersama Owner Media Maduratani Ferry Albania

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Di tengah tekanan krisis iklim dan ketidakpastian ketahanan pangan global, Pulau Madura mulai menata ulang arah pembangunan pertaniannya. Media digital spesialis pertanian, Maduratani.com, menggelar Maduratani Award 2026 sebagai forum apresiasi sekaligus konsolidasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi agrikultur Madura menuju swasembada pangan nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep itu mempertemukan pemerintah daerah, insan pers, dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Ajang tersebut dimaksudkan bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan ruang refleksi peran media dalam mengawal kebijakan dan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim serta dinamika pasar.

Pimpinan Redaksi Maduratani.com, Ferry Arbania, mengatakan bahwa sektor pertanian Madura kini berada pada fase transisi krusial. Dominasi lahan kering menuntut perubahan pendekatan dari pola konvensional menuju pertanian berbasis presisi dan teknologi.

“Madura tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama. Tantangan iklim, keterbatasan air, dan fluktuasi pasar menuntut pendekatan yang lebih presisi,” ujar Ferry Arbania.

Menurut dia, perubahan paradigma tersebut hanya bisa dicapai apabila petani memperoleh akses yang memadai terhadap data, informasi teknis, dan kebijakan publik. Di titik itulah Maduratani.com memosisikan diri sebagai lebih dari sekadar media pemberitaan.

“Peran media hari ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan data agroklimatologi, kebijakan, dan pengetahuan teknis sampai ke petani secara utuh dan tepat waktu,” kata Ferry.

Ia menjelaskan, Maduratani.com berupaya mendorong penguatan literasi pertanian melalui penyajian data iklim, perbaikan rantai pasok, serta percepatan mekanisasi pertanian. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman di empat kabupaten di Pulau Madura.

Selain aspek hulu, Maduratani.com juga menaruh perhatian pada hilirisasi komoditas unggulan. Jagung, tembakau, dan hortikultura Madura dinilai memiliki potensi ekonomi besar, namun masih menghadapi kendala pada tata kelola pascapanen dan akses pasar.

“Tanpa hilirisasi yang kuat, petani akan terus berada di posisi rentan. Nilai tambah harus diciptakan di daerah agar kesejahteraan petani meningkat secara berkelanjutan,” ujar Ferry.

Isu mitigasi perubahan iklim menjadi fokus lain yang diangkat dalam Maduratani Award 2026. Melalui penyajian kalender tanam terpadu dan informasi cuaca berbasis wilayah, risiko gagal panen akibat anomali iklim diharapkan dapat ditekan. Integrasi teknologi komunikasi juga diarahkan untuk memutus kesenjangan informasi antara pemerintah dan petani.

“Kami ingin Maduratani.com menjadi jembatan komunikasi kebijakan pertanian, sehingga petani tidak lagi tertinggal dalam arus informasi yang menentukan masa tanam dan produksi mereka,” tutup Ferry.

Sebagai media digital yang berfokus pada sektor agrikultur, peternakan, dan perikanan, Maduratani.com secara konsisten mengusung perspektif pembangunan berkelanjutan. Dukungan dari asosiasi wartawan, insan pers, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa agenda kemandirian pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Maduratani Award 2026 menjadi penanda penghormatan bagi para petani, penyuluh, dan inovator pangan yang bekerja di garis depan. Di tengah dinamika global, Madura perlahan menegaskan posisinya sebagai wilayah yang tidak hanya bertahan, tetapi juga bersiap mengambil peran strategis dalam peta kedaulatan pangan Indonesia. (REDJAVA/$$$)

Berita Terkait

Lewat HDDAP, KH. Imam Hasyim Targetkan Pertanian Sumenep Lebih Modern dan Berdaya Saing
Surplus Melimpah! Gabah Sumenep Tembus 6000 Ton, Harga Rp6500 Perkg
Langkah Cerdas Tekan Inflasi, Warung Teras TPID Sumenep Jual Minyakita Sesuai HET
Luber! Jamaah Padati Masjid Al Amin pada Malam Terakhir Tahlil KH Amin Jakfar Taufik
GEN Malang Raya Gelar Roundtable, Dorong Konsensus Publik Jelang Derby Jatim di Kanjuruhan
Besok Pagi ASN Sumenep Turun Serentak, Gerakan Indonesia ASRI Digelar Masif!
Makna Mendalam di Balik Nama Putri Bupati Sumenep: “Fania Al Jannah Fauzi Putri”, Simbol Kemuliaan dan Cahaya
Polisi Selidiki Temuan 27,83 Kg Diduga Kokain di Pesisir Giligenting Sumenep, 22 Paket Positif Hasil Uji Lab

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 23:36 WIB

Lewat HDDAP, KH. Imam Hasyim Targetkan Pertanian Sumenep Lebih Modern dan Berdaya Saing

Kamis, 16 April 2026 - 22:58 WIB

Surplus Melimpah! Gabah Sumenep Tembus 6000 Ton, Harga Rp6500 Perkg

Kamis, 16 April 2026 - 22:45 WIB

Langkah Cerdas Tekan Inflasi, Warung Teras TPID Sumenep Jual Minyakita Sesuai HET

Kamis, 16 April 2026 - 22:27 WIB

Luber! Jamaah Padati Masjid Al Amin pada Malam Terakhir Tahlil KH Amin Jakfar Taufik

Kamis, 16 April 2026 - 21:38 WIB

GEN Malang Raya Gelar Roundtable, Dorong Konsensus Publik Jelang Derby Jatim di Kanjuruhan

Berita Terbaru