Longsor di Bondowoso Putus Akses 2 Desa

Senin, 13 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas bersihkan material longsor  (Foto: Istimewa/detik.com)

Petugas bersihkan material longsor (Foto: Istimewa/detik.com)

BONDOWOSO, JavaNetwork.co.idLongsor akibat hujan deras di Curhdemi, Bondowoso menyebabkan jalan akses penghubung 2 desa di wilayah itu sempat terputus total.

Longsor tersebut terjadi pada Ahad (12/9/2021) dini hari sekira pukul 01.00 WIB, disebabkan tingginya curah hujan sejak Sabtu (11/9/2021) sore.

Longsor itu terjadi di perbatasan Desa Gadingsari dan Sumbersuko, Curahdami.

“Dini hari tadi kejadiannya. Mungkin karena sejak kemarin hingga tadi malam kan memang hujan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Dadan Kurniawan seperti dilansir detikcom, Ahad (12/9/2021).

Baca Juga :  Di Balik Kesuksesan Suami, Ada Istri yang Tegar: Pilar Kekuatan, Cinta dan Pengorbanan

Dadan mengatakan, sesaat kejadian itu pihaknya langsung mengerahkan TRC (tim reaksi cepat) BPBD, dibantu unsur lainnya. Di antaranya TNI/Polri, relawan tanggap bencana, serta unsur lainnya.

“Karena jalan itu sangat vital, menghubungkan dua desa. Jika tak segera dilakukan pembersihan, akses penghubung di dua desa itu terputus,” kata Dadan.

Karena material yang diakibatkan longsor lumayan banyak dan tak mungkin dilakukan pembersihan secara manual, pihak BPBD Bondowoso akhirnya meminta bantuan alat berat dari dinas terkait.

Baca Juga :  Semangat Pahlawan Nasional, Polres Sumenep Teguhkan Komitmen Membangun Negeri

“Ini kami minta bantuan alat berat ke Dinas PUPR. Untuk menyingkirkan materialnya. Biar cepat terbuka,” pungkas Dadan.

Pantauan di lapangan, longsor yang terjadi dini hari itu menutup akses jalan desa sejauh sekitar 100 meter. Selain material tanah bercampur batu menutup jalan, juga pohon berukuran besar dan rumpun bambu.

Tim dari BPBD, TNI/Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya sudah melakukan pembersihan akses tersebut beberapa saat setelah kejadian. Sebab, jalan tersebut memang cukup vital. Sehingga dikhawatirkan memutus aktivitas warga di 2 desa itu. (*)

Baca Juga :  Tragedi Ambunten: Keluarga Matsuwi Desak Hukuman Maksimal, Terdakwa Dinilai Ceroboh dan Tak Beritikad Baik

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB