JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai membuka babak baru dalam sistem perdagangan hasil pertanian dengan menggelar Lelang Tani perdana di kawasan Pasar Anom Baru, Rabu malam (11/3/2026).
Program ini digagas sebagai upaya memperkuat posisi petani sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan di daerah.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep.
Dalam pelaksanaan perdana ini, dua komoditas unggulan hasil panen petani lokal yakni bawang merah dan cabai merah menjadi produk utama yang dilelang kepada para pedagang dan pelaku usaha.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang diinisiasi lintas OPD tersebut.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem perdagangan yang lebih transparan dan berpihak kepada petani.
“Lelang tani ini menjadi bukti nyata kerja dan inovasi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antar OPD yang menghadirkan terobosan seperti ini,” ujar Abdul Madjid.
Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi sistem perdagangan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep.
“Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan bahwa pada pelaksanaan lelang perdana tersebut pihaknya menghadirkan dua komoditas utama hasil pertanian lokal dalam jumlah yang cukup signifikan.
Menurutnya, komoditas yang dilelang meliputi bawang merah sebanyak satu kuintal serta cabai merah sebanyak 500 kilogram yang merupakan hasil produksi petani Sumenep.
“Pada lelang perdana ini kami menghadirkan dua komoditas utama, yaitu bawang merah varietas unggulan sebanyak satu kuintal dan cabai merah sekitar 500 kilogram,” kata Chainur Rasyid.
Ia menambahkan, kegiatan lelang tani ini merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem perdagangan hasil pertanian yang lebih terbuka dan kompetitif di daerah.
“Ini adalah langkah awal. Ke depan kami ingin membangun sistem perdagangan hasil pertanian yang lebih sehat, sehingga petani memiliki akses pasar yang lebih luas dan harga komoditas tetap stabil,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Khalid menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk inovasi baru dalam memperkuat sektor perdagangan pangan di Kabupaten Sumenep.
Menurutnya, kolaborasi lintas OPD ini tidak hanya menciptakan ruang transaksi yang lebih terbuka, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi hasil bumi daerah.
“Kolaborasi ini menjadi inovasi baru bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor perdagangan pangan sekaligus memperkenalkan hasil bumi Sumenep kepada pasar yang lebih luas,” ungkap Idham.
Ia juga memastikan bahwa program tersebut akan terus dikembangkan agar mampu melibatkan lebih banyak pedagang, komunitas, hingga pelaku usaha.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan menjadi wadah bagi para pedagang maupun pengusaha untuk mendapatkan komoditas hasil tani langsung dari petani,” pungkasnya.
Ke depan, setelah momentum Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana menggelar lelang tani secara rutin setiap minggu di kawasan bundaran Pasar Anom.
Program ini diharapkan mampu menciptakan rantai distribusi yang lebih efisien antara petani, pedagang, dan konsumen sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan di daerah. (REDJAVA****)










