Lautan Jamaah Padati Masjid Dua Kubah Paberasan, Khutbah Penuh Makna Ustadz Mistari S.Ag Sentuh Kesadaran Spiritual Umat

- Redaksi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jamaah Masjid Almuqimin Desa Paberasan Usai Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah

Jamaah Masjid Almuqimin Desa Paberasan Usai Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Pagi yang seharusnya tenang berubah menjadi lautan manusia di Masjid Almuqimin Paberasan, Sabtu (21/03/2026).

Ratusan warga memadati masjid yang dikenal dengan julukan Masjid Dua Kubah, bahkan hingga meluber ke halaman, dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sejak usai Sholat Subuh, gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema tanpa jeda. Suasana religius begitu terasa, mengiringi langkah jamaah yang datang dengan penuh suka cita menandai kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tepat pukul 06.15 WIB, Sholat Idul Fitri dimulai dan dipimpin oleh Ustad Afdal S.Pd. Jalannya sholat berlangsung khusyuk, tertib, dan penuh penghayatan.

Namun, puncak refleksi justru terasa saat khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Mistari S.Ag. Dengan gaya penyampaian yang tegas namun menyentuh, ia mengajak jamaah merenungi makna sejati kemenangan di hari raya.

“Takbir yang kita kumandangkan sejak tadi malam hingga pagi ini, insyaAllah akan menjadi tameng dari api neraka dan menghadirkan syafaat bagi kita semua,” kata Ustadz Mistari S.Ag membuka khutbahnya.

Ia menegaskan, Ramadhan bukan sekadar ibadah rutin, melainkan proses panjang pembentukan jiwa yang harus terus dijaga setelahnya.

“Ramadhan telah mendidik kita selama 30 hari. Ini bukan akhir, tapi awal dari perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa,” tegasnya di hadapan ratusan jamaah.

Dalam khutbahnya, ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan ibadah Ramadhan.

“Siapa yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Begitu pula yang menghidupkan malam-malamnya, terutama dalam mencari Lailatul Qadar,” ujar Ustadz Mistari.

Namun, ia mengingatkan bahwa hubungan antarmanusia tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :  Ops Zebra 2025 Dimulai, Satlantas Sumenep Edukasi Pengendara di Simpang Tiga Rumah Dinas Kapolres

“Allah tidak akan mengampuni dosa seorang hamba jika ia masih memiliki kesalahan kepada sesama. Maka jangan tunda untuk meminta maaf,” ucapnya dengan nada serius.

Pesan paling kuat disampaikan saat ia mengajak jamaah untuk benar-benar kembali kepada fitrah dan menjaga perubahan yang telah ditempa selama Ramadhan.

“Semoga kita kembali dalam keadaan fitrah dan mampu istiqamah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, setelah menjalani proses ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari,” tuturnya penuh harap.

Menutup khutbahnya, ia memberikan ajakan reflektif yang menggugah kesadaran spiritual jamaah.

“Mari kita jaga hati, perbaiki diri, dan mulai dari yang paling dekat memohon maaf kepada orang tua, keluarga, dan sesama. Di situlah letak kesempurnaan Idul Fitri,” pungkas Ustadz Mistari.

Usai khutbah, suasana haru tak terbendung. Jamaah saling bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan maaf lahir dan batin. Momen ini menjadi simbol kuat rekonsiliasi sosial yang terus hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Polda Jatim Terjunkan Tim Jihandak Selediki Ledakan di Rumah KPPS Pamekasan

Pelaksanaan Idul Fitri di Masjid Dua Kubah Paberasan tahun ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum kebangkitan spiritual.

Dari gema takbir hingga pesan khutbah yang menggugah, semuanya berpadu menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu kembali fitrah dan istiqamah menjaga perubahan dalam kehidupannya. (REDJAVA****)

Baca Juga :  Beri Keamanan dan Kenyamanan, Polres Sumenep Giat Pengamanan Sholat Tarawih di Masjid dan Mushollah

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU