Ketua PDM Sumenep: Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H pada 1 Maret 2025

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum.,

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum.,

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam setiap pergantian bulan hijriah, umat Islam sering dihadapkan pada perbedaan metode penentuan. Namun, Muhammadiyah tetap kukuh dengan prinsipnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., menegaskan bahwa metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah adalah cara paling akurat, ilmiah, dan tidak bergantung pada faktor cuaca.

“Metode hisab ini telah lama menjadi pegangan Muhammadiyah karena berbasis ilmu falak modern yang memberikan kepastian. Dengan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, kita tidak perlu menunggu pengamatan visual yang sering kali terganggu mendung atau keterbatasan alat. Kalender Islam bisa ditetapkan jauh hari sebelumnya,” ujar Dr. Zein kepada media ini, Minggu, (23/02/2025).

Ia menjelaskan, dalam metode ini, awal bulan hijriah ditetapkan berdasarkan posisi hilal yang sudah wujud di atas ufuk, meskipun belum kasat mata. Inilah yang membedakannya dengan metode rukyat yang masih mengandalkan visibilitas langsung.

“Dengan hisab, kita memiliki sistem penanggalan yang lebih tertata dan tidak bergantung pada faktor eksternal. Kepastian ini sangat penting untuk ibadah umat,” tambahnya.

Meski perbedaan metode antara Muhammadiyah dan pemerintah masih sering terjadi, Dr. Zein mengajak masyarakat untuk tidak menjadikannya sebagai polemik berkepanjangan. Baginya, perbedaan ini adalah bagian dari dinamika intelektual Islam yang seharusnya dipahami dengan sikap dewasa.

“Tidak perlu ada yang diributkan. Setiap metode memiliki dalil dan argumentasi ilmiah yang kuat. Yang terpenting, kita semua tetap satu dalam ukhuwah Islamiyah,” tegasnya.

Sejalan dengan prinsip tersebut, Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1446 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan maklumat yang dirilis, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu Pahing, 1 Maret 2025. Artinya, warga Muhammadiyah akan memulai ibadah puasa lebih awal dibandingkan kemungkinan ketetapan pemerintah yang masih menunggu hasil rukyat.

Baca Juga :  MERDEKA RESCUE CHALLENGE 2025: Ajang Uji Nyali dan Keterampilan Tim Penyelamat Tambang

Tak berhenti di situ, Muhammadiyah juga menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin Pahing, 31 Maret 2025. Perbedaan waktu perayaan Idul Fitri pun kemungkinan kembali terjadi, sebagaimana yang telah menjadi fenomena tahunan di Indonesia.

Baca Juga :  Versus Persipro, Coach Perrsu Madura City Intruksikan Curi Poin

Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah juga menetapkan awal Dzulhijjah 1446 H pada Rabu Kliwon, 28 Mei 2025. Dengan demikian, Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada Kamis Pon, 5 Juni 2025, dan Idul Adha 10 Dzulhijjah dirayakan pada Jumat Wage, 6 Juni 2025.

Baca Juga :  Sosialisasi Kesehatan Mental Jadi Penutup Masa PKL Mahasiswa Psikologi Institut Kariman Wirayuda Beraji di Rutan Sumenep

Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam konferensi pers pada 12 Februari 2025. Seperti tahun-tahun sebelumnya, maklumat ini diprediksi akan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama di media sosial, di mana perbedaan metode penentuan kalender Islam selalu menarik perhatian.

Namun, di balik perbedaan ini, ada satu hal yang pasti: Muhammadiyah tetap teguh pada keyakinannya, menghadirkan kepastian bagi umat, dan menawarkan metode yang berbasis pada ilmu pengetahuan modern.

“Yang terpenting adalah kita saling menghormati, karena esensi dari semua ini adalah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru