Ketua PCNU Sumenep Sebut Muktamar NU ke-35 di Ponpes Lirboyo Jadi Momentum Kembali ke Ruh Pesantren

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, KH. Widadi Rahim

Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, KH. Widadi Rahim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Nahdlatul Ulama terus meneguhkan komitmennya menjaga tradisi pesantren sebagai pusat lahirnya peradaban dan perjuangan umat.

Salah satu wujudnya terlihat dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang diketahui akan berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur Agustus mendatang.

Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Widadi Rahim, menilai dipilihnya Ponpes Lirboyo sebagai lokasi muktamar menjadi simbol kuat bahwa NU ingin kembali meneguhkan jati dirinya sebagai organisasi yang lahir dari rahim pesantren.

“Dulu Hadratus Syekh menghimpun para masyayikh, para kiai, dan para ulama hingga lahirlah Nahdlatul Ulama. Karena itu, kita tidak boleh melupakan sejarah,” kata KH Widadi Rahim kepada media ini, Kamis (28/05/2026).

Menurutnya, pesantren memiliki posisi penting dalam perjalanan NU, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat kaderisasi ulama dan penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Oleh karenanya sangat penting sekali Muktamar NU ke-35 ini berbasis pesantren. Ini luar biasa dan menjadi momentum untuk menguatkan kembali ruh perjuangan NU,” ujarnya.

Pelaksanaan muktamar di lingkungan pesantren, lanjut dia, akan memperkuat hubungan emosional warga nahdliyin dengan tradisi keilmuan dan perjuangan para ulama terdahulu.

“NU harus kembali ke pesantren. Harus kembali kepada akar perjuangan para ulama yang sejak awal membangun organisasi ini dengan keikhlasan dan semangat menjaga umat,” tegas KH. Widadi Rahim.

Ia berharap Muktamar NU ke-35 di Ponpes Lirboyo mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang tetap berpijak pada nilai keilmuan, akhlak, dan tradisi pesantren.

“Pesantren adalah benteng moral dan pusat peradaban NU. Dari pesantren inilah lahir ulama-ulama yang menjaga bangsa dan umat,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU