Ketika Tembakau Bertemu Ekonomi Hijau: SMSI Sumenep Jadi Pelopor Diskursus Nasional

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMSI Sumenep Gelar Seminar Nasional: Bedah Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam KEK Madura

SMSI Sumenep Gelar Seminar Nasional: Bedah Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam KEK Madura

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar seminar nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura”, di Auditorium Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Kamis (13/11/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain pengamat politik dan tim perumus naskah akademik KEK Tembakau Madura, Adi Prayitno, Rektor UNIBA Prof. Rachmat Hidayat, serta anggota DPRD Sumenep, Hairul Anwar.

Seminar tersebut menjadi ajang dialog terbuka mengenai masa depan ekonomi hijau di Madura, khususnya dalam kaitannya dengan sektor unggulan tembakau yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Adi Prayitno menegaskan bahwa gagasan pembentukan KEK Tembakau Madura berangkat dari realitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan ikhtiar sistematis untuk menyejahterakan petani tembakau yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Baca Juga :  Hari Tani Nasional: Wabup Sumenep Tekankan Inovasi Pertanian sebagai Kekuatan Ekonomi Daerah

“KEK ini inisiatif yang berangkat dari kondisi ekonomi dan kultur masyarakat Madura. Dengan adanya pabrik rakyat, penghasilan petani bisa meningkat signifikan. Misalnya, harga jual yang semula Rp2,5 juta bisa naik hingga Rp7 juta ketika panen,” ujar Adi.

Ia menambahkan, hasil survei tim perumus menunjukkan dua hal yang paling diharapkan petani: hasil panen mereka dibeli, dan harganya manusiawi.

“Tembakau ini bukan sekadar komoditas, tapi kebutuhan inti masyarakat Madura. Dari tembakau, orang bisa menyekolahkan anak, menikah, bahkan membangun rumah,” ungkap Adi yang mengaku masih aktif menanam tembakau setiap musim tanam.

Baca Juga :  Polres Sumenep Ungkap Peredaran Pil Y Tanpa Ijin, Dua Pelaku Berhasil Dibekuk Petugas

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar menyoroti persoalan regulasi dan penindakan rokok ilegal yang menurutnya belum berpihak kepada petani. Ia menilai, kebijakan Bea Cukai dalam penegakan hukum masih menyentuh hilir, belum ke akar persoalan.

“Razia rokok ilegal sering dilakukan. Negara mestinya hadir langsung memberikan solusi. Misalnya, ketika razia dilakukan, petugas bisa sekaligus memberikan pita cukai sesuai jumlah rokok yang dibawa,” tegasnya.

Dirinya juga menyinggung ketiadaan lembaga penyangga khusus bagi komoditas tembakau.

“Kalau beras ada Bulog, cengkeh juga ada lembaganya. Tapi tembakau siapa yang menanggung? Jangan sampai aturan justru menjerat rakyatnya sendiri,” sambungnya.

Menurut Hairul, diperlukan keberpihakan nyata pemerintah dan penguatan peran perusahaan daerah di Madura untuk mendukung pelaku usaha tembakau. Evaluasi terhadap dasar pembentukan KEK juga perlu dilakukan agar benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Tradisi Petik Laut Sapudi Bangkitkan Spirit Nelayan, Dari Doa Menuju Penguatan Ekonomi Pesisir

Sementara itu, Rektor UNIBA Madura Prof. Rachmat Hidayat dalam sambutannya menegaskan bahwa isu KEK memang tengah menjadi perhatian besar, baik di Madura maupun di Jawa Timur.

“Isu KEK ini memang sedang trend. Karena itu, mari kita sebagai orang Madura mendukung gagasan ini demi kesejahteraan bersama,” tutur Prof. Rachmat.

Ia menjelaskan, secara teoritis, pembentukan KEK memiliki tujuan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat perkembangan industri dan sektor-sektor potensial lainnya.

“Yang pada intinya, KEK itu ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura, terutama para petani tembakau,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU