JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Senja Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Cahaya matahari yang perlahan meredup seakan menjadi saksi hadirnya kehangatan dan kepedulian antarsesama.
Di momen penuh berkah itu, jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) turun langsung ke jalan, membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas di depan kantor Bakesbangpol di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Sabtu (07/03/2026).
Di tengah arus lalu lintas yang mulai padat menjelang waktu berbuka puasa, para pegawai Bakesbangpol dan anggota DWP dengan senyum ramah menyapa setiap pengendara. Paket-paket takjil diserahkan satu per satu, menjadi penanda sederhana bahwa Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi dan menebar kebaikan.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain, M.H. Ia mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
“Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka,” kata Achmad Dzulkarnain disela-sela kegiatan.
Menurutnya, meskipun sederhana, aksi berbagi tersebut diharapkan dapat memberikan makna yang lebih besar bagi masyarakat. Setidaknya, paket takjil yang dibagikan bisa membantu mereka yang belum sempat sampai di rumah saat azan magrib berkumandang.
“Kami berharap kegiatan kecil ini bisa menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Semoga semangat berbagi di bulan Ramadan ini terus tumbuh dan menjadi energi positif bagi kita semua,” tambahnya.
Para pengendara yang menerima takjil tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih. Beberapa di antaranya bahkan terlihat tersenyum haru, seolah merasakan hangatnya perhatian yang hadir di tengah perjalanan mereka.
Di bawah langit senja yang perlahan berubah temaram, kegiatan itu tidak sekadar membagikan makanan untuk berbuka. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bahwa Ramadan selalu menghadirkan ruang bagi manusia untuk saling mendekatkan hati dengan kebaikan, kepedulian, dan rasa persaudaraan yang tulus. (REDJAVA****)












