Ketika Otak Diserahkan ke Algoritma, Pikiran Tak Lagi Membaca, Hanya Menonton dan Menghakimi

- Redaksi

Rabu, 28 Mei 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Otak Diserahkan ke Algoritma, Pikiran Tak Lagi Membaca, Hanya Menonton dan Menghakimi

Ketika Otak Diserahkan ke Algoritma, Pikiran Tak Lagi Membaca, Hanya Menonton dan Menghakimi

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di zaman yang katanya serba canggih ini, kita menyaksikan fenomena unik: manusia yang dulu dikenal sebagai makhluk berpikir, kini tampaknya lebih nyaman menjadi makhluk menggulir. Alih-alih membaca dan merenung, kita lebih memilih menonton cuplikan video 15 detik hingga 60 detik dari orang asing yang bahkan tak kita kenal namanya dan bertemu secara langsung, tapi entah bagaimana bisa membuat kita percaya pada ‘kebenaran’ versinya.

Baca Juga :  Koramil Masalembu Kembali Terima Kiriman Diduga Sabu: 8 Bungkus Ditemukan di Pintu Gerbang

Kritik Neil Postman dalam Amusing Ourselves to Death terasa lebih relevan dari sebelumnya. Ia mengingatkan: ketika media bergeser dari teks ke gambar, dari membaca ke menonton, maka bukan hanya caranya kita mengakses informasi yang berubah tapi cara berpikir kita ikut menyusut.

Narasi dikorbankan demi viralitas. Makna diperas habis demi angka view.
Apakah ini kemajuan? Atau regresi yang disamarkan dengan animasi?

Yang lebih tragis: masyarakat tak hanya konsumtif, tapi juga fanatik terhadap visual. Sepotong video bisa memicu kebencian massal, tanpa ada usaha untuk verifikasi. Logika dan kontekstualisasi kini terdengar seperti tugas berat, kalah pamor dari efek transisi dan filter lucu hingga narasi provokasi.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Gelar Senam Kesegaran Jasmani Sambut HUT RI ke-80

Maka tak heran, generasi hari ini lebih hafal “template debat panas” ala podcast viral, dibandingkan prinsip dasar berpikir kritis. Padahal, fakta tidak bisa dipotong seperti video. Kebenaran tidak bisa ditarik dari 15-60 detik suara latar dramatis.

Ironis, kita hidup di zaman informasi tapi tenggelam dalam ilusi.

Penulis : Febriyan IBM Foundation

Editor : REDJAVA

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU