Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'squeaky_ligate' not found or invalid function name in /home/u1556420/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 341
Keraton Langit: Mengambil Madu Tanpa Merusak Sarang, Sebuah Gerakan Revolusioner Menuju Keberlanjutan - Java Network

Keraton Langit: Mengambil Madu Tanpa Merusak Sarang, Sebuah Gerakan Revolusioner Menuju Keberlanjutan

Rabu, 12 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Keraton Langit Kiai Abdul Adhim

Pengasuh Keraton Langit Kiai Abdul Adhim

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah arus eksploitasi alam yang semakin masif, Keraton Langit hadir sebagai gerakan revolusioner yang menawarkan solusi berkelanjutan.

Dengan filosofi “Mengambil Madu Tanpa Merusak Sarang”, gerakan ini bukan sekadar inovasi dalam budidaya lebah, tetapi juga simbol perlawanan terhadap pola eksploitasi yang merusak ekosistem.

Kiai Abdul Adhim, Pengasuh Keraton Langit, menegaskan bahwa konsep ini lahir dari nilai-nilai kearifan lokal dan spiritualitas yang mendalam.

“Kami ingin mengajarkan bahwa manusia harus mengambil manfaat dari alam tanpa harus merusaknya. Lebah adalah makhluk yang penuh berkah, mereka bekerja dengan harmoni. Jika kita mengambil madunya tanpa merusak sarang, maka kehidupan mereka tetap berlanjut, dan kita pun tetap mendapat manfaat. Ini bukan sekadar metode, tapi filosofi hidup,” ujarnya, Rabu (12/03)2025) malam.

Gerakan ini tidak hanya berhenti pada budidaya lebah. Keraton Langit juga mengusung prinsip keberlanjutan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dari pertanian organik hingga pendidikan ekologi berbasis pesantren, inisiatif ini menjadi model bagaimana teknologi dan spiritualitas dapat bersinergi.

“Kami ingin umat ini move on dari pola pikir eksploitatif ke pola pikir regeneratif. Berkarya dengan bijak, berinovasi tanpa merusak, dan tetap bermanfaat bagi sekitar. Ini bukan hanya tentang lebah dan madu, tapi tentang bagaimana kita memandang alam dan kehidupan,” tegas Kiai Abdul Adhim.

Di bulan suci Ramadan, nilai-nilai yang diusung Keraton Langit semakin relevan. Kiai Abdul Adhim mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan.

“Ramadan adalah bulan penyucian, bukan hanya diri tetapi juga cara kita berinteraksi dengan alam. Menahan diri dari keserakahan, berbagi dengan sesama, dan menjaga keseimbangan, itulah makna sejati Ramadan. Jika kita bisa menerapkan filosofi ‘mengambil madu tanpa merusak sarang’ dalam kehidupan sehari-hari, maka kita telah melangkah menuju keberkahan sejati,” paparnya.

Sebuah gerakan telah dimulai. Sudah saatnya kita mengambil manfaat tanpa merusak, membangun tanpa menghancurkan, dan menjaga alam sebagai bagian dari ibadah. Keraton Langit bukan sekadar tempat, tetapi pergerakan menuju masa depan yang lebih baik. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Terik Matahari Tak Halangi Perantau Madura di Klaten, Paguyuban TKM Kumpulkan Zakat Fitrah untuk Warga Membutuhkan
Kupas Program Strategis Presiden Prabowo, Dr. Naghfir Luncurkan Buku Koperasi Merah Putih untuk Kebangkitan Ekonomi Desa
Semarak Joyful Ramadan 1447 H, Majelis Sholawat Fatih Keraton Langit Bina Keluarga Sakinah Maslahat Lintas Desa
Usai Berbagi Takjil, Bakesbangpol Sumenep Hangatkan Ramadan dengan Bukber dan Santunan Anak Yatim
Ketika Senja Ramadan Menyatukan Hati: Bakesbangpol Sumenep Berbagi Takjil di Jalan Trunojoyo
PC IMM Sumenep Siapkan Raport Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati
Peringatan Nuzulul Quran, Kepala Dinsos P3A Sumenep Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
BREAKING NEWS: Video Viral di Grup Aliansi Indonesia Raya, Ibu Rumah Tangga di Ambunten Tewas Tertimpa Pohon

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:55 WIB

Terik Matahari Tak Halangi Perantau Madura di Klaten, Paguyuban TKM Kumpulkan Zakat Fitrah untuk Warga Membutuhkan

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:11 WIB

Kupas Program Strategis Presiden Prabowo, Dr. Naghfir Luncurkan Buku Koperasi Merah Putih untuk Kebangkitan Ekonomi Desa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:14 WIB

Semarak Joyful Ramadan 1447 H, Majelis Sholawat Fatih Keraton Langit Bina Keluarga Sakinah Maslahat Lintas Desa

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:58 WIB

Usai Berbagi Takjil, Bakesbangpol Sumenep Hangatkan Ramadan dengan Bukber dan Santunan Anak Yatim

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:08 WIB

Ketika Senja Ramadan Menyatukan Hati: Bakesbangpol Sumenep Berbagi Takjil di Jalan Trunojoyo

Berita Terbaru