Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keberadaan Forum Wartawan Sumenep (FWS) belakangan mulai menjadi perhatian. Bahkan, tak sedikit yang disebut-sebut bergerilya mempengaruhi sejumlah wartawan agar tidak ikut dalam langkah perjuangan forum tersebut. Pertanyaannya, kenapa sampai ada yang merasa terusik?

Padahal, FWS lahir dari keresahan banyak wartawan aktif di Kabupaten Sumenep. Wartawan yang setiap hari turun ke lapangan, melakukan reportase, menulis berita, hingga berjibaku di tengah berbagai keterbatasan demi menjaga arus informasi tetap hidup di tengah masyarakat.

“Teman-teman wartawan ini berdarah-darah saat 2024,” ungkap Didik dari Luar TV dalam salah satu diskusi internal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana kerasnya perjuangan sebagian jurnalis lokal yang aktif bekerja di lapangan, namun merasa belum mendapatkan perhatian proporsional dalam distribusi anggaran publikasi pemerintah.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Sabet Dua Penghargaan Dari B Universe Award 2023

Berangkat dari keresahan itulah, FWS memilih jalur konstitusional. Bukan dengan aksi di luar koridor hukum, melainkan melalui audiensi resmi dengan Komisi I DPRD Sumenep sebagai representasi rumah rakyat.

Langkah itu dinilai sebagai upaya elegan untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan secara terbuka.

FWS menegaskan, audiensi tersebut bukan untuk menolak sistem e-Katalog. Namun, mereka mempertanyakan arah distribusi anggaran publikasi senilai Rp8,2 miliar yang disiapkan hingga Mei 2026. Dari angka tersebut, serapan anggaran disebut baru mencapai sekitar 15 persen.

Baca Juga :  GEN Humanity: Sentuhan Kecil, Dampak Besar Aksi Berbagi Takjil di Pelabuhan Dungkek

Yang kemudian menjadi sorotan adalah daftar penerima anggaran publikasi itu sendiri.

Sebagian wartawan mengaku terkejut ketika mengetahui terdapat sekitar 128 nama perusahaan media yang menerima aliran anggaran iklan publikasi. Bukan semata karena jumlahnya, tetapi karena sebagian nama perusahaan dinilai asing di telinga para jurnalis lokal.

Bahkan, beberapa di antaranya disebut sulit ditemukan jejak medianya di mesin pencarian internet, termasuk website yang aktif dan dikenal publik. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan wartawan: apakah distribusi anggaran publikasi benar-benar sudah tepat sasaran?

Dari situlah dukungan terhadap FWS mulai mengalir. Sejumlah wartawan mulai menyadari bahwa forum tersebut hadir bukan untuk menciptakan konflik, melainkan memperjuangkan transparansi dan pemerataan alokasi anggaran publikasi agar lebih menyentuh media yang benar-benar aktif menjalankan fungsi jurnalistik.

Baca Juga :  Peringati HUT Bhayangkara Ke-77, Polres Sumenep Ziarah Rombongan Dan Tabur Bunga Ke TMP Jokotole

Bagi sebagian wartawan lokal, perjuangan ini bukan sekadar soal angka atau proyek publikasi. Tetapi juga tentang penghargaan terhadap kerja jurnalistik yang selama ini berjalan di lapangan, menjaga informasi publik tetap hidup, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Kini, publik menunggu bagaimana respons Komisi I DPRD Sumenep terhadap aspirasi yang dibawa FWS. Sebab pada akhirnya, transparansi penggunaan anggaran publikasi bukan hanya menjadi kepentingan wartawan, melainkan juga hak masyarakat untuk mengetahui ke mana uang publik dialokasikan. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU