Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

Kenapa Banyak yang Sewot dengan Keberadaan Forum Wartawan Sumenep?

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keberadaan Forum Wartawan Sumenep (FWS) belakangan mulai menjadi perhatian. Bahkan, tak sedikit yang disebut-sebut bergerilya mempengaruhi sejumlah wartawan agar tidak ikut dalam langkah perjuangan forum tersebut. Pertanyaannya, kenapa sampai ada yang merasa terusik?

Padahal, FWS lahir dari keresahan banyak wartawan aktif di Kabupaten Sumenep. Wartawan yang setiap hari turun ke lapangan, melakukan reportase, menulis berita, hingga berjibaku di tengah berbagai keterbatasan demi menjaga arus informasi tetap hidup di tengah masyarakat.

“Teman-teman wartawan ini berdarah-darah saat 2024,” ungkap Didik dari Luar TV dalam salah satu diskusi internal.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana kerasnya perjuangan sebagian jurnalis lokal yang aktif bekerja di lapangan, namun merasa belum mendapatkan perhatian proporsional dalam distribusi anggaran publikasi pemerintah.

Baca Juga :  BNNK Sumenep Tuntaskan Pelatihan, Pelajar Sumenep Disiapkan Lawan Narkotika

Berangkat dari keresahan itulah, FWS memilih jalur konstitusional. Bukan dengan aksi di luar koridor hukum, melainkan melalui audiensi resmi dengan Komisi I DPRD Sumenep sebagai representasi rumah rakyat.

Langkah itu dinilai sebagai upaya elegan untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan secara terbuka.

FWS menegaskan, audiensi tersebut bukan untuk menolak sistem e-Katalog. Namun, mereka mempertanyakan arah distribusi anggaran publikasi senilai Rp8,2 miliar yang disiapkan hingga Mei 2026. Dari angka tersebut, serapan anggaran disebut baru mencapai sekitar 15 persen.

Yang kemudian menjadi sorotan adalah daftar penerima anggaran publikasi itu sendiri.

Baca Juga :  TNI-Polri Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Delegasi dan Masyarakat Saat Event IAF di Bali

Sebagian wartawan mengaku terkejut ketika mengetahui terdapat sekitar 128 nama perusahaan media yang menerima aliran anggaran iklan publikasi. Bukan semata karena jumlahnya, tetapi karena sebagian nama perusahaan dinilai asing di telinga para jurnalis lokal.

Bahkan, beberapa di antaranya disebut sulit ditemukan jejak medianya di mesin pencarian internet, termasuk website yang aktif dan dikenal publik. Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan wartawan: apakah distribusi anggaran publikasi benar-benar sudah tepat sasaran?

Dari situlah dukungan terhadap FWS mulai mengalir. Sejumlah wartawan mulai menyadari bahwa forum tersebut hadir bukan untuk menciptakan konflik, melainkan memperjuangkan transparansi dan pemerataan alokasi anggaran publikasi agar lebih menyentuh media yang benar-benar aktif menjalankan fungsi jurnalistik.

Baca Juga :  Ketika Laporan Fiktif Lebih Tajam dari Senjata

Bagi sebagian wartawan lokal, perjuangan ini bukan sekadar soal angka atau proyek publikasi. Tetapi juga tentang penghargaan terhadap kerja jurnalistik yang selama ini berjalan di lapangan, menjaga informasi publik tetap hidup, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Kini, publik menunggu bagaimana respons Komisi I DPRD Sumenep terhadap aspirasi yang dibawa FWS. Sebab pada akhirnya, transparansi penggunaan anggaran publikasi bukan hanya menjadi kepentingan wartawan, melainkan juga hak masyarakat untuk mengetahui ke mana uang publik dialokasikan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru