JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian tragis seorang perempuan bernama Neneng telah menyulut amarah publik.
Gelombang solidaritas dan tuntutan keadilan terus menggema, mendorong berbagai elemen masyarakat untuk turun ke jalan dalam aksi besar bertajuk “Aksi Bela Neneng”.
Gerakan ini diinisiasi oleh Aliansi Peduli Neneng, dengan Ahmad Hanafi sebagai koordinator. Dalam pernyataan sikapnya, aliansi ini menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa tebang pilih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menuntut proses hukum yang transparan serta meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian Neneng.
“Tragedi ini tidak boleh berlalu begitu saja. Kami menolak segala bentuk impunitas dan menuntut keadilan yang seadil-adilnya. Tidak boleh ada pihak yang dilindungi dalam kasus ini,” ujar Ahmad Hanafi kepada media ini, Selasa (11/2/25) malam.
Sebagai bentuk protes dan solidaritas, Aliansi Peduli Neneng berencana menggelar Demo Akbar dalam waktu dekat.
Aksi ini bertujuan untuk mengawal jalannya proses hukum agar tidak ada upaya menutup-nutupi fakta atau melindungi pihak-pihak tertentu.
Masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk aktivis HAM, mahasiswa, dan organisasi sosial, dikabarkan siap bergabung dalam aksi ini.
Mereka akan menyampaikan tuntutan secara terbuka kepada pihak berwenang agar kasus ini diusut tuntas dan keadilan benar-benar ditegakkan.
“Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini benar-benar mendapat kejelasan hukum. Kami ingin melihat para pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” pungkasnya.
Kasus Neneng kini menjadi sorotan luas dan menjadi ujian besar bagi integritas aparat penegak hukum.
Masyarakat menuntut transparansi serta langkah konkret dalam mengusut tragedi yang telah merenggut nyawa Neneng. (REDJAVA****)









