Kasus DBD di Sumenep Turun Drastis, Dinkes Sebut Kesadaran Warga Jadi Kunci

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Samsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep

H. Samsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Madura, mencatat penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Desember 2025, Dinas Kesehatan P2KB mencatat 1.159 kasus DBD, turun dari 1.532 kasus pada 2024.

H. Samsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, menilai penurunan ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap kebersihan lingkungan.

“Penurunan ini nyata karena masyarakat mulai aktif membersihkan lingkungan dan memantau tempat-tempat penampungan air,” kata Samsuri, Jum’at (09/01/2026).

Pencegahan penyakit musiman ini dilakukan melalui surat edaran ke seluruh puskesmas, penyediaan obat-obatan dan sarana medis, serta penyuluhan kolaboratif yang melibatkan posyandu, desa, kecamatan, dan lembaga pendidikan.

“Bahkan, Dinas Kesehatan memanfaatkan mobil perpustakaan keliling untuk woro-woro program kesehatan ke masyarakat,” tambahnya.

Meski kasus tersebar di seluruh puskesmas, Puskesmas Kalianget tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) diberdayakan di desa-desa dan lembaga pendidikan.

“Tim Jumantik tak hanya memantau jentik, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama soal tempat penampungan air yang rentan menjadi sarang nyamuk. Pemasangan bubuk ABATE juga menjadi langkah efektif membasmi jentik nyamuk Aedes aegypti,” ujar Syamsuri.

Dia menekankan, peran aktif masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama pengendalian DBD.

“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa partisipasi masyarakat, upaya pencegahan tidak akan maksimal,” pungkasnya.

Penurunan kasus DBD ini menjadi sinyal positif bagi Sumenep, namun pihak Dinas Kesehatan mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga, terutama memasuki musim hujan yang rawan peningkatan kasus penyakit menular. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Doa Bersama & Maulid Nabi di Kecamatan Ganding Jadi Momentum Refleksi Umat, Wabup Ingatkan 3 Indikator Cinta Kepada Nabi

Berita Terkait

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi
BMKG: Mayoritas Jawa Timur Cerah, Sumenep Jadi Wilayah yang Perlu Waspadai Angin Kencang

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:48 WIB

Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:02 WIB

Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79

Berita Terbaru