JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep, Madura, mencatat penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Desember 2025, Dinas Kesehatan P2KB mencatat 1.159 kasus DBD, turun dari 1.532 kasus pada 2024.
H. Samsuri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, menilai penurunan ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
“Penurunan ini nyata karena masyarakat mulai aktif membersihkan lingkungan dan memantau tempat-tempat penampungan air,” kata Samsuri, Jum’at (09/01/2026).
Pencegahan penyakit musiman ini dilakukan melalui surat edaran ke seluruh puskesmas, penyediaan obat-obatan dan sarana medis, serta penyuluhan kolaboratif yang melibatkan posyandu, desa, kecamatan, dan lembaga pendidikan.
“Bahkan, Dinas Kesehatan memanfaatkan mobil perpustakaan keliling untuk woro-woro program kesehatan ke masyarakat,” tambahnya.
Meski kasus tersebar di seluruh puskesmas, Puskesmas Kalianget tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) diberdayakan di desa-desa dan lembaga pendidikan.
“Tim Jumantik tak hanya memantau jentik, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama soal tempat penampungan air yang rentan menjadi sarang nyamuk. Pemasangan bubuk ABATE juga menjadi langkah efektif membasmi jentik nyamuk Aedes aegypti,” ujar Syamsuri.
Dia menekankan, peran aktif masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama pengendalian DBD.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Tanpa partisipasi masyarakat, upaya pencegahan tidak akan maksimal,” pungkasnya.
Penurunan kasus DBD ini menjadi sinyal positif bagi Sumenep, namun pihak Dinas Kesehatan mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga, terutama memasuki musim hujan yang rawan peningkatan kasus penyakit menular. (REDJAVA/$$$)












