Kare Mator: Ketika Disdukcapil Sumenep Menyapa Rakyat dari Pintu ke Pintu di Pelosok

Jumat, 30 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep Wahasa

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep Wahasa

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah riuhnya modernisasi layanan publik, satu gebrakan hening namun menggetarkan lahir dari ujung timur Pulau Madura.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menjawab kesenjangan layanan kependudukan dengan cara paling sederhana namun bermakna: mengendarai motor, mengetuk pintu-pintu rumah rakyat kecil, dan memastikan setiap jiwa terdata sebagai bagian sah dari Republik ini.

Program ini bernama Kare Mator, singkatan dari Karep Aladhini Rekan Nompa’ Motor sebuah frasa khas Madura yang secara harfiah bermakna “kemauan untuk melayani dengan naik motor”.

Namun, di balik makna harfiahnya, tersembunyi semangat besar: mendekatkan negara kepada warga yang tak mampu mendekati negara.

“Kami menyadari bahwa tidak semua warga bisa datang ke kantor Disdukcapil. Maka, kami yang harus datang kepada mereka,” ujar Wahasah, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep, Jum’at (30/05/2025).

Dengan mengendarai sepeda motor, para petugas menyusuri jalan-jalan sempit, melintasi persawahan, menyeberangi wilayah berbukit dan terpencil, untuk menemui lansia yang terbaring di dipan bambu, penyandang disabilitas yang tak bisa melangkah jauh, hingga keluarga nelayan yang hidup di pesisir jauh dari keramaian.

Baca Juga :  Tertunda 7 Bulan, Empat Perusak Pagar Bancamara Akhirnya Ditangkap Setelah Kanit Reskrim Dicopot

Di setiap kunjungan, perekaman data biometrik dilakukan secara langsung. Warga tak perlu mengurus dokumen ke kota, karena dokumen seperti KTP elektronik akan dicetak di Mal Pelayanan Publik (MPP) dan dikirimkan kembali ke rumah mereka.

“Kami tidak hanya mendata. Kami juga menyampaikan betapa pentingnya dokumen kependudukan untuk hidup mereka mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga akses pendidikan anak-anak,” tambah Wahasah.

Yang membedakan Kare Mator bukan hanya motornya, tapi juga hatinya. Program ini tak semata soal teknis pelayanan, melainkan tentang keadilan dan keberpihakan pada yang lemah.

“Negara harus hadir tidak hanya di kota dan keramaian, tetapi juga di tikungan-tikungan sepi dan rumah-rumah reyot yang selama ini merasa tak punya nama di sistem administrasi,” ucap Wahasah.

Respons masyarakat pun mengharukan. Tak jarang warga menitikkan air mata saat pertama kali menerima KTP elektronik mereka. Sebuah kartu kecil, namun berarti besar: identitas, pengakuan, dan jembatan ke pelayanan-pelayanan dasar negara.

Baca Juga :  Kapolri Promosi Kapoltabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, S.H., S.I.K.,M.H.,M.Han Jadi Wakapolda Jatim

Kare Mator bukan sekadar program lokal. Ia adalah cermin dari cita-cita pelayanan publik yang berkeadilan dan inklusif. Di saat sebagian daerah masih terjebak dalam birokrasi kaku dan pelayanan yang menjauh, Sumenep memilih jalan sebaliknya: mendekat dan menyentuh.

Dengan inovasi ini, Sumenep tidak hanya mencatatkan angka pelayanan, tetapi juga menuliskan kisah keberpihakan yang layak ditiru nasional. Sebuah langkah kecil dari ujung Madura yang bisa menggema ke seluruh pelosok Nusantara.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Siagakan Sejumlah Personil Dalam Pengamanan Malam Takbiran Dan Sholat Idulfitri 1443 Hijriyah

Dan mungkin, inilah bentuk terbaik dari pelayanan publik: ketika negara tidak sekadar menunggu di balik meja, tetapi rela menempuh jalan panjang demi mengetuk pintu-pintu rakyatnya.

“Kami ingin memastikan, tak ada satu pun warga Sumenep yang merasa asing di negeri sendiri hanya karena tak punya dokumen kependudukan,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru