JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana di Ruang Wiraraja, lantai 2 Kantor Pemkab Sumenep, Senin (11/8/2025) pagi terasa penuh perhatian. Para tokoh penting daerah, mulai dari jajaran Forkopimda, perwakilan dinas terkait, hingga pelaku usaha dan petani tembakau, duduk bersama membahas satu hal krusial: harga titik impas tembakau tahun 2025.
Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi ajang strategis untuk menentukan harga acuan yang adil sebuah kebijakan yang tak hanya mempengaruhi kesejahteraan petani, tapi juga stabilitas ekonomi daerah penghasil tembakau terbesar di Madura ini.
Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., menegaskan bahwa pihak kepolisian siap berada di garda terdepan mengawal kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti pentingnya keamanan dan kelancaran distribusi hasil panen, serta sinergi semua pihak dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian strategis ini.
“Tembakau bukan sekadar komoditas, tapi denyut nadi perekonomian masyarakat. Sinergi aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci agar harga tetap stabil dan petani merasakan manfaatnya,” ujar AKBP Rivanda.
Rapat berlangsung dalam suasana kondusif, disertai diskusi mendalam antara pemangku kepentingan.
Puncaknya, para peserta menandatangani kesepakatan harga titik impas tembakau tahun 2025, yang diharapkan menjadi pijakan kuat bagi musim panen tahun ini.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi para petani tembakau di Sumenep.
Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan dan pemerintah daerah, kebijakan ini diharapkan mampu meminimalisir spekulasi harga, memperkuat posisi tawar petani, sekaligus menjaga denyut ekonomi daerah tetap hidup dan berkelanjutan. (REDJAVA/Humas****)








