JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Hari pertama Ramadan 2026 langsung direspons cepat oleh Polres Sumenep. Aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko penjual kembang api di Kota Keris, guna memastikan tidak ada peredaran petasan berdaya ledak tinggi yang berpotensi mengganggu ketenangan ibadah masyarakat.
Sidak tersebut dipimpin langsung Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, bersama jajaran pejabat utama, di antaranya Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, dan Humas.
Langkah tegas ini menyasar Toko Bintang Plastik II, yang tercatat sebagai satu-satunya toko di Kabupaten Sumenep yang memiliki izin resmi penjualan kembang api.
Kapolres menegaskan, pengawasan dilakukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas selama bulan suci. Terlebih, penggunaan mercon dengan daya ledak tinggi kerap menimbulkan keresahan, bahkan risiko cedera.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Petasan berdaya ledak tinggi tidak boleh diperjualbelikan karena berpotensi membahayakan dan mengganggu kekhusyukan ibadah,” tegas AKBP Anang di sela-sela sidak.
Dalam pengecekan tersebut, petugas memverifikasi kesesuaian barang yang dijual dengan daftar izin yang telah diterbitkan, termasuk memastikan tidak ada produk di luar ketentuan resmi dari produsen.
Menurut Kapolres, pengawasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen preventif kepolisian agar situasi Ramadan tetap kondusif.
“Untuk Sumenep, toko yang memiliki izin resmi hanya satu, dan itu kami cek secara detail. Kami pastikan barang yang dijual sesuai daftar yang diizinkan. Jika ditemukan pelanggaran atau penjualan mercon ilegal, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pedagang agar berhati-hati dalam menjajakan dagangannya. Selain aspek hukum, faktor keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Polres Sumenep memastikan pengawasan tidak berhenti pada hari pertama Ramadan. Jajaran Polsek hingga intelijen akan terus melakukan pemantauan terhadap peredaran kembang api dan mercon di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.
Langkah cepat ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak ingin bulan suci ternodai oleh gangguan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Ramadan, kata Kapolres, harus menjadi momentum ketenangan bukan ledakan. (REDJAVA****)











