JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Menjalankan ibadah ke Tanah Suci merupakan dambaan setiap Muslim. Perjalanan spiritual ini menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT, sekaligus momentum untuk meraih keberkahan hidup. Hal ini pula yang tengah dirasakan oleh Hendra Jaya, SE, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep.
Setelah baru saja kembali dari ibadah umrah, kini ia bersama sang istri tercinta tengah bersiap untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 1446 Hijriah. Keberangkatan ini merupakan bagian dari doa dan harapan yang selama ini dipanjatkan, hingga akhirnya Allah SWT memberikan kesempatan baginya untuk kembali mengunjungi Baitullah.
Dalam perbincangan santai, Hendra Jaya mengungkapkan rasa syukur yang begitu dalam atas kesempatan yang Allah berikan. Baginya, bisa menunaikan ibadah haji bukan hanya soal perjalanan fisik semata, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, setelah menyelesaikan ibadah umrah beberapa waktu lalu, kini saya dan istri kembali diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Ini adalah impian yang sudah lama kami nantikan, dan akhirnya Allah mengabulkan doa kami. Kami sangat bersyukur karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini dengan mudah,” tutur Hendra kepada media ini, Kamis (27/02/2025).
Menurutnya, perjalanan haji ini merupakan bentuk panggilan suci dari Allah SWT. Ia merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat baginya dan istri untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima.
“Kami meyakini bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri untuk bisa ke Tanah Suci. Ada yang cepat, ada pula yang harus menunggu bertahun-tahun. Oleh karena itu, ketika kesempatan ini datang, kami harus benar-benar memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Kami ingin perjalanan ini menjadi sesuatu yang bermakna dan membawa perubahan dalam kehidupan kami,” ungkapnya.
Menariknya, di sela-sela kesibukannya sebagai ASN, Hendra Jaya juga baru saja merintis sebuah usaha kuliner bersama keluarganya. Dengan niat baik dan semangat untuk berbagi, ia membuka Warung Barokah di lingkungan kantor Bapenda Sumenep.
Warung sederhana ini menyajikan berbagai menu makanan bagi pegawai dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kantor Bapenda. Bagi Hendra, usaha ini bukan sekadar ladang ekonomi, tetapi juga menjadi wujud doa agar rezekinya semakin berkah.
“Kami memulai usaha ini dengan penuh harapan dan keikhlasan. Bukan hanya mencari keuntungan, tetapi lebih dari itu, kami ingin menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Semoga dari usaha kecil ini, Allah terus melimpahkan rezeki dan keberkahan dalam hidup kami,” ujarnya.
Menurutnya, menjalankan usaha kuliner di lingkungan kerja juga menjadi cara untuk mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan sejawat. Tak jarang, Warung Berkah menjadi tempat berbagi cerita dan mempererat kebersamaan di antara pegawai Bapenda Sumenep.
“Kami percaya bahwa dengan berbagi, baik dalam bentuk makanan maupun kebaikan lainnya, Allah akan melipatgandakan rezeki dan keberkahan. Apalagi, usaha ini kami jalankan dengan niat yang tulus,” imbuhnya.
Keputusan untuk menunaikan haji tahun ini juga didasarkan pada kesiapan yang matang. Hendra Jaya dan istri terus melakukan berbagai persiapan, mulai dari kelengkapan dokumen, manasik haji, hingga menjaga kesehatan fisik agar dapat menjalankan ibadah dengan maksimal.
Ia menyadari bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi perjalanan spiritual yang penuh dengan tantangan. Oleh karena itu, ia berusaha memperdalam ilmu tentang manasik haji agar nantinya dapat menjalankan semua rangkaian ibadah dengan baik dan sesuai dengan tuntunan agama.
“Kami sudah mulai mempersiapkan diri, baik secara mental maupun fisik. Karena kami sadar, ibadah haji ini memerlukan tenaga yang cukup besar. Cuaca di Arab Saudi juga berbeda dengan di Indonesia, jadi kami harus benar-benar menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar,” terangnya.
Selain persiapan fisik, ia juga memperbanyak ibadah, doa, serta memohon restu dari keluarga dan sahabat agar diberikan kelancaran selama menunaikan haji.
“Kami mohon doa dari semuanya, agar perjalanan haji kami ini dimudahkan dan diberikan keberkahan. Kami ingin ibadah ini membawa perubahan positif dalam hidup kami, serta bisa memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” harapnya.
Hendra Jaya menegaskan bahwa niatnya untuk berhaji bukan hanya untuk memenuhi rukun Islam semata, tetapi juga untuk mendapatkan haji yang mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.
“Haji bukan hanya soal berangkat dan pulang, tetapi lebih dari itu, bagaimana setelah pulang nanti, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Itulah yang kami harapkan,” tuturnya.
Ia juga berharap doa-doa yang akan ia panjatkan di depan Ka’bah kelak dapat membawa kebaikan bagi dirinya, keluarganya, serta semua orang yang ia cintai.
“Saya ingin memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk berdoa. Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, sahabat, serta masyarakat sekitar. Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Dengan segala kesiapan yang telah dilakukan, Hendra Jaya dan istri berharap agar perjalanan mereka ke Tanah Suci berjalan lancar, diberikan kesehatan, serta bisa kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Semoga perjalanan suci ini menjadi titik balik yang membawa keberkahan bagi kehidupannya dan semakin mendekatkannya kepada Allah SWT. (REDJAVA****)









