Kami dari Sumenep, Tak Ingin Dirugikan oleh Ambisi Madura Barat

- Redaksi

Senin, 26 Mei 2025 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bangunan Keraton Sumenep

Foto Bangunan Keraton Sumenep

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Wacana pembentukan Provinsi Madura kembali bergulir seperti gelombang pasang yang datang dan pergi namun tak pernah benar-benar menggenangi tanah tempat kami berpijak. Dari ruang-ruang elit di Madura Barat, khususnya Bangkalan dan Sampang, terdengar suara-suara tentang kemandirian, tentang keinginan lepas dari Jawa Timur, dan tentang membentuk pemerintahan sendiri di bawah nama “Madura”.

Tapi bagi kami, masyarakat Sumenep, kami tak ingin ikut serta dalam proyek politik yang berpotensi mengabaikan dan merugikan kami di ujung timur pulau.

Kami tidak menolak otonomi. Kami juga tidak anti terhadap kemajuan. Tetapi kami menolak ketika semangat “kemandirian” itu dibangun di atas dominasi satu sisi pulau: Madura Barat.

Mari lihat kenyataan. Setiap kali wacana Provinsi Madura muncul, siapa yang paling keras bersuara? Siapa yang pertama kali menyodorkan lokasi ibu kota, mendominasi jalur ekonomi melalui Jembatan Suramadu, dan seolah menganggap kabupaten lain hanya pelengkap? Sumenep dengan sejarah panjang kerajaannya, kekayaan budayanya, dan potensi alamnya seringkali hanya dipandang sebagai halaman belakang. Kami tidak bisa menerima itu.

Ketimpangan pembangunan di Madura itu nyata. Tapi ketimpangan itu bukan semata antara Madura dan Jawa Timur. Ketimpangan itu juga terjadi antara Madura Barat dan Madura Timur. Saat dana pembangunan turun, Madura Barat yang duluan menyambut. Ketika bicara kesiapan, selalu yang dekat ke Surabaya dianggap paling pantas. Padahal, Sumenep memiliki potensi besar: sektor pariwisata, tambang, kelautan, dan budaya yang jauh lebih kaya jika dibandingkan dengan wilayah lain.

Baca Juga :  Patut Berbangga, Posisi MTQ Sumenep Naik Satu Peringkat

Dalam filsafat keadilan, ukuran tertinggi bukan hanya keseimbangan angka, tapi rasa bahwa setiap pihak dihargai, dilibatkan, dan diperlakukan secara bermartabat. Jika Provinsi Madura hendak diwujudkan, maka ia harus menjawab pertanyaan mendasar: apakah semua wilayah akan benar-benar mendapat tempat yang setara? Suara yang sama keras? Peluang yang sama besar?

Jika jawabannya tidak, maka ini bukan rumah bersama. Ini hanya benteng baru bagi segelintir orang yang lebih dulu membangun temboknya.

Baca Juga :  Madura EV Day Dibawah Gerimis, Bupati Fauzi dan Warga Suarakan Transisi Energi

Kami, masyarakat Sumenep, tidak bisa mendukung ide provinsi baru yang hanya akan mengulang pola ketidakadilan dalam skala yang lebih kecil. Apakah itu otonomi, jika hanya memberi panggung pada sebagian kecil wilayah? Apakah itu kemajuan, jika hanya mengganti nama Jawa Timur dengan Madura, tapi struktur dominasinya tetap sama?

Sumenep bukan daerah pinggiran. Kami adalah pusat sejarah dan budaya Madura. Jika wacana Provinsi Madura ingin diteruskan, maka harus ada komitmen nyata terhadap pemerataan kekuasaan, anggaran, dan akses antardaerah. Jika tidak, lebih baik wacana ini dihentikan.

Kami bukan anti-Madura. Kami pro-keadilan. Dan keadilan tidak pernah lahir dari dominasi.

Penulis : 26 Mei 2025 Febriyan IBM Foundation

Editor : REDJAVA

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU