Jalan Penghubung Antar Desa Nyaris Putus Akibat di Terjang Ombak Besar

Selasa, 7 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyaris putus jalan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Gayam  Kepulauan Sepudi Sumenep (foto.dok.Javanetwork)

Nyaris putus jalan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Gayam Kepulauan Sepudi Sumenep (foto.dok.Javanetwork)

Javanetwork.co.id, Sumenep – Ruas Jalan penghubung antar desa di kepulauan Sapudi, tepatnya dilokasi Desa tarebung Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep. Sudah setengah badan jalan tersebut nyaris putus akibat hantaman ombak, (7/12).

Pantau Awak media dilapangan amblasnya badan jalan tersebut dapat membahayakan bagi pengendara baik pengendara roda dua maupun roda empat. Bahkan bila tidak segera ditangani, diprediksi jalan itu akan putus total, dan dapat berimbas lumpuhnya akses pergerakan ekonomi masyarakat kepulauan Sapudi.

Ikbal, Kasi Pemerintahan Kecamatan Gayam yang berada dilokasi bersama dengan anggota koramil Sapudi mengatakan hantaman ombak besar yang terjadi dalam seminggu terakhir penyebab hilangnya jalan penghubung tersebut.

“Apalagi disepanjang jalan ini tidak ada batu pemecah ombak atau mangrove. Jika ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan sepanjang jalan di Desa tarebung ini akan habis kena hantaman ombak,” terangnya, kata ikbal, selasa (7/12/2021).

Ditempat yang sama Ahkmadi tokoh pemuda Sapudi berharap ada langkah cepat yang dilakukan pemerintah kabupaten Sumenep. Solusi jangka pendek dan jangka panjang, harus segera dilakukan.

“Jangka pendeknya bagaimana jalan ini bisa dilewati sementara. Sedang untuk jangka panjangnya, segera lakukan studi kira kira apa yang cocok untuk melindungi jalan dari hantaman ombak.

Ia menambahkan, perlu untuk memikirkan jangka panjangnya juga, untuk menyikapi persoalan ini, apakah mempergunakan pemecah ombak atau penanaman mangrove disepanjang jalan penghubung kepulauan Sapudi ini.

“Namun jika dilihat panjangnya jalan yang ada dibibir pantai ini, penanaman mangrove akan menjadi solusi jangka panjang,” tutupnya. (fendy/Arm)

Berita Terkait

Siswa SMADA Sumenep Tembus Runner Up Nasional Atletik Jalan Cepat
Pengawalan Ketat Satlantas Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Asal Sumenep Tahun 2026
Rekayasa Lalu Lintas di Area Masjid Jamik Selama Pemberangkatan Haji
Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru
Apel Jam Pimpinan, Plt Disperkimhub Sumenep Ajak ASN Kawal Program BSPS
Kontroversi Askuri Hamsani Cup 2026, Keputusan Empat Tim Jadi Juara Tuai Sorotan
Hadiri Festival Jeren Serek 2026, Danyonif 931/JKT Soroti Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal
Jejak Historis Bung Karno di Sumenep Diangkat Kembali oleh Banteng Sakera Nahdliyin

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:42 WIB

Siswa SMADA Sumenep Tembus Runner Up Nasional Atletik Jalan Cepat

Senin, 11 Mei 2026 - 12:50 WIB

Pengawalan Ketat Satlantas Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Asal Sumenep Tahun 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 12:08 WIB

Rekayasa Lalu Lintas di Area Masjid Jamik Selama Pemberangkatan Haji

Senin, 11 Mei 2026 - 09:24 WIB

Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Senin, 11 Mei 2026 - 08:33 WIB

Apel Jam Pimpinan, Plt Disperkimhub Sumenep Ajak ASN Kawal Program BSPS

Berita Terbaru

Wabup Sumenep KH Imam Hasyim SH MH di Kegiatan Pemberangkatan CJH Sumenep di GOR A Yani Pangligur Sumenep, Senin (11/05/2026) Dini Hari

Budaya

Pelepasan Jamaah Haji Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Senin, 11 Mei 2026 - 09:24 WIB