JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah atmosfer Ramadan yang sarat makna, SMAN 1 Sumenep menghadirkan terobosan edukatif yang tak biasa. Lewat program Pesantren Ramadan Mubarak bertema Ekoteologi, sekolah ini memadukan penguatan spiritualitas dengan kesadaran menjaga lingkungan sebuah pendekatan yang relevan di tengah krisis ekologis global.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Februari 2026 itu, diikuti seluruh siswa secara bergiliran per kelas. Skema tersebut diterapkan untuk memastikan proses pembinaan berjalan efektif dan kondusif, mengingat jumlah peserta didik yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Sirajum Munir, M.Pd, menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar peningkatan ibadah ritual.
“Ramadan adalah momentum pembentukan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab keimanan,” kata Sirajum Munir kepada media ini, Jum’at (27/02/2026).
Konsep ekoteologi yang diusung menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai refleksi nilai-nilai tauhid. Dalam berbagai sesi materi, siswa diajak memahami keterkaitan antara ajaran agama dan etika lingkungan mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga kesadaran menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman.

Untuk memperkaya wawasan keagamaan, sekolah menggandeng pemateri dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Selain itu, para guru internal turut memberikan penguatan karakter agar nilai-nilai yang ditanamkan tidak berhenti pada tataran teori.
Sirajum Munir menjelaskan, pembagian jadwal dilakukan secara sistematis agar seluruh siswa mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.
“Jumlah siswa kami cukup banyak. Karena itu, kegiatan dilaksanakan bergantian per kelas supaya penyampaian materi lebih fokus dan interaktif,” katanya.
Dirinya berharap pendekatan integratif antara spiritualitas dan kepedulian ekologis dapat membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran utuh baik sebagai insan beriman maupun sebagai warga bumi.

“Kami ingin lulusan SMAN 1 Sumenep menjadi generasi yang religius, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian alam. Iman harus tercermin dalam tindakan,” tegasnya.
Melalui Pesantren Ramadan Mubarak bertema Ekoteologi ini, SMAN 1 Sumenep tak hanya menjalankan tradisi tahunan, tetapi juga mengirim pesan penting: pendidikan agama di era modern perlu bersanding dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sebab di tangan generasi mudalah masa depan bumi ditentukan. (REDJAVA****)








