Inisiatif Pemuda Manding Daya : Gerakan Bersih Desa, Senjata Ampuh Perangi DBD

Kamis, 30 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Manding Daya Kecamatan Manding, Ahmad Khafikur Rahman

Tokoh Pemuda Manding Daya Kecamatan Manding, Ahmad Khafikur Rahman

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Warga Desa Manding Daya, Kecamatan Manding, kini punya tameng kuat dalam menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Berkat gerakan inovatif Karang Taruna Bhakti Madaya, kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama dengan agenda rutin yang semakin masif.

Di tengah tingginya kasus DBD saat musim hujan, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bhakti Madaya tak tinggal diam. Mereka menggagas aksi bersih-bersih desa secara berkala, yang tidak hanya menargetkan sampah, tetapi juga fokus pada pemberantasan jentik nyamuk.

Humas Karang Taruna Bhakti Madaya, Ahmad Khafikur Rahman, menyebut pihaknya telah membentuk Pasukan Kuning, tim khusus yang bertanggung jawab membersihkan setiap sudut desa, termasuk tempat-tempat pembuangan sampah.

“Kami sadar bahwa kebersihan adalah kunci utama mencegah DBD. Oleh karena itu, kami tidak hanya mengandalkan aksi individu, tetapi juga membentuk tim khusus untuk memastikan lingkungan tetap bersih,” kata Rahman kepada media ini, Kamis (30/1/2025).

Tak hanya itu, koordinasi dengan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) juga diperkuat. Para kader ini bertugas mendatangi rumah warga untuk mengecek bak mandi serta area lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Jika ditemukan jentik, warga langsung diberikan obat abate serta edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca Juga :  Presiden Jokowi – Presiden Raisi Bahas Situasi Geopolitik Global dan Peningkatan Kerja Sama

Selain gerakan kebersihan, Karang Taruna Bhakti Madaya juga menggencarkan fogging berkala guna menekan populasi nyamuk Aedes aegypti. Fogging dilakukan di titik-titik rawan, terutama di permukiman padat yang berisiko tinggi terhadap penyebaran DBD.

“Fogging bukan satu-satunya solusi, tetapi ini adalah bagian dari strategi besar kami dalam memerangi DBD. Kami ingin desa ini benar-benar terbebas dari ancaman penyakit berbahaya ini,” tambah Rahman.

Upaya ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Bahkan, beberapa warga mulai berinisiatif untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing tanpa harus menunggu gerakan dari Karang Taruna.

Baca Juga :  Berikut Keterangan Resmi Polres Sumenep, Mobil Agya Terbakar di Depan Masjid Jamik Sumenep

Keberhasilan gerakan ini tidak lepas dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kebersihan. Karang Taruna Bhakti Madaya berharap, dengan adanya aksi ini, pola pikir warga terhadap kebersihan semakin meningkat sehingga pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada program fogging, tetapi juga pada perubahan kebiasaan sehari-hari.

Dengan gerakan ini, Desa Manding Daya menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit. Jika gerakan serupa bisa diadopsi oleh desa-desa lain, bukan tidak mungkin tren kasus DBD di Kabupaten Sumenep bisa ditekan secara signifikan.

“Kami tidak ingin hanya menjadi reaktif saat kasus DBD meningkat. Kami ingin menjadi desa yang proaktif, yang selalu siap mencegah sebelum wabah datang,” tegas Rahman.

Gerakan yang digagas pemuda Desa Manding Daya ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah misi, perjuangan, dan semangat kebersamaan yang menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

“Jika terus dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin inisiatif ini menjadi model nasional dalam pemberantasan DBD,” tandasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru