JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah semilir angin sore yang membelai wajah para pengguna jalan, secercah kebahagiaan terpancar dari senyuman masyarakat yang menerima bingkisan takjil dari kader PDI Perjuangan Kecamatan Gayam.
Sebuah aksi nyata yang bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga berbagi kehangatan dan kepedulian, Jumat (28/3/2025).
Di bawah komando Hosnan Abrori, anggota DPRD Sumenep, ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan warga sekitar.
Dengan tangan yang tulus, mereka menyambut antusias paket sederhana yang sarat makna. Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga momentum berbagi dengan sesama.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di bulan suci ini. Kami ingin hadir, memberi manfaat, dan memastikan bahwa masyarakat merasakan kehangatan kebersamaan,” ujar Hosnan Abrori, Jum’at (28/03/2025).
Menurutnya, aksi ini adalah bentuk konkret dari pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang selalu menekankan pentingnya kader partai untuk hadir dan berbuat nyata bagi rakyat.
Lebih lanjut, Hosnan menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat bukanlah hal yang dilakukan hanya dalam momen tertentu.
Baginya, seorang pemimpin harus selalu hadir dalam kehidupan masyarakat, memahami kesulitan mereka, serta berjuang agar kebijakan yang dibuat benar-benar berdampak bagi kesejahteraan rakyat.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian dalam menghadapi tantangan hidup. Kami ada di sini untuk mendengar, untuk membantu, dan untuk memastikan bahwa mereka memiliki harapan yang lebih baik ke depan,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Baginya, Ramadan adalah saat yang tepat untuk merefleksikan diri, memperkuat hubungan dengan sesama, dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpihak pada masyarakat kecil.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak, agar kepedulian sosial semakin meluas di berbagai lini kehidupan.
“Politik bagi kami bukan sekadar berbicara di ruang sidang, tetapi juga turun langsung merasakan kehidupan masyarakat. Inilah bentuk pengabdian sejati,” jelasnya.
Suasana haru terasa ketika seorang pengayuh becak, dengan tangan bergetar, menerima takjil tersebut.
“Terima kasih, Pak. Ini sangat berarti bagi saya. Kadang saya tidak sempat membeli makanan berbuka,” tuturnya dengan suara bergetar.
Sepenggal kalimat yang menyentuh, mengingatkan semua orang bahwa berbagi tak perlu menunggu kaya, cukup dengan hati yang peduli.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Gayam, Suriyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan.
“Kami ingin ini menjadi tradisi yang terus berjalan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai kesempatan. Kebersamaan dan gotong royong harus menjadi napas perjuangan kita,” ungkapnya.
Keberhasilan PDI Perjuangan di Dapil 7 yang mencakup Kecamatan Raas, Gayam, Sapudi, dan Masalembu bukanlah kebetulan.
Kepercayaan masyarakat terhadap partai ini tumbuh dari aksi nyata, dari kepedulian yang tidak sebatas kata-kata.
“Kami ingin membalas kepercayaan itu dengan kerja nyata. Politik bagi kami adalah pengabdian, bukan sekadar kekuasaan,” pungkas Hosnan Abrari.
Seiring matahari yang semakin merunduk, para kader PDI Perjuangan menutup kegiatan dengan doa. Sore itu, bukan hanya makanan yang dibagikan, tetapi juga harapan.
Harapan bahwa kebaikan akan terus berlipat ganda, bahwa masyarakat Sumenep akan terus bersatu dalam semangat gotong royong. (REDJAVA****)












