JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep untuk memperkuat soliditas internal melalui kegiatan halalbihalal yang digelar di aula kantor eks DPMPSTP kantor Bapenda Sumenep, Kamis (02/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., Sekretaris Bapenda Ir. Shalaf Junaidi, para kepala bidang, kasubbid, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bapenda beserta pengurus, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemkab Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul di momentum awal Syawal. Ini menjadi simbol bahwa kita saling melepaskan segala kesalahan. Secara pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf, sehingga ke depan kita semakin solid dan kompak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekompakan yang terbangun menjadi modal penting bagi Bapenda dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.

Selain memperkuat soliditas, Ferdiansyah juga menyoroti pentingnya peningkatan sinergitas pasca pemisahan Bapenda dari BPPKAD yang telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.
“Kita harus semakin meningkatkan sinergitas. Bapenda merupakan tumpuan kabupaten dalam sektor pendapatan, sehingga kita dituntut untuk terus bergerak dan berinovasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan sejumlah kebijakan efisiensi yang mulai diterapkan, seperti gerakan bebas kendaraan bermotor setiap Rabu dan Jumat, penghematan penggunaan listrik, air, dan telepon, serta pengurangan perjalanan dinas hingga 50 persen dari anggaran yang tersedia.
Tak hanya itu, kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat juga diberlakukan, dengan pengecualian bagi unit pelayanan pendapatan daerah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“WFH bukan berarti libur. Kita tetap harus terkoneksi dengan internet dan memastikan pelayanan berjalan maksimal. Intinya adalah penghematan tanpa mengurangi kualitas layanan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ferdiansyah menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni mendorong peningkatan PAD secara signifikan pada tahun 2026.
“Bapenda merupakan tumpuan kabupaten. Kita adalah pencari PAD, sehingga harus mampu membuka ruang dan kran-kran pendapatan baru. Dalam menghadapi wajib pajak, kita harus humanis agar target PAD dapat meningkat,” pungkasnya.
Kegiatan halalbihalal ini diawali dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan oleh Ustadz Suud Wahyudi, serta dipandu oleh MC Abdul Hamid, S.Sos., M.Si.
Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Hingga berita ini dipublikasikan, kegiatan halalbihalal Bapenda Sumenep masih berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan. (REDJAVA****)












