JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik gemuruh dunia yang terus bergerak, ada sekelompok manusia yang memilih berjalan dalam senyap, menebar cahaya dan kasih sayang.
Komunitas Kita Berbagi Sosial (KBS) telah menjelma menjadi simbol kemanusiaan di Kabupaten Sumenep.
Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, mereka menyalurkan bantuan yang bukan hanya menyentuh perut, tapi juga jiwa.
Program berbagi nasi setiap hari Jumat dan santunan bulanan untuk anak yatim piatu di seluruh desa se-Kabupaten Sumenep telah menjadi ciri khas gerakan ini.
Namun satu program lain yang kini tengah menjadi buah bibir adalah Wakaf Alquran sebuah inisiatif mulia yang dimulai sejak Februari 2025.

Pada Senin, 12 Mei 2025, langkah ini menyentuh Pondok Pesantren Nurul Faidin di Desa Bilangan, Kecamatan Batang-batang.
Sebanyak 42 mushaf Alquran disalurkan, diwakafkan oleh para dermawan yang menitipkan amanahnya melalui KBS.
Ketua KBS, Ahmad Zahrudin, dalam kesempatan itu mengungkapkan,
“Kami hanya perantara. Para pewakaf adalah orang-orang luar biasa yang percaya bahwa Alquran harus hidup, dibaca, dan diajarkan. Kami hanya mengantar cahaya itu ke tempat yang haus akan nur Ilahi,” ujarnya.
Zahrudin menambahkan, program wakaf Alquran ini akan terus berlanjut menyasar pondok-pondok pesantren yang tersebar di penjuru Sumenep, terutama yang belum tersentuh bantuan serupa.

“Kami percaya, ketika satu mushaf Alquran dibaca, setiap hurufnya adalah aliran pahala yang tak terputus. Dan selama mushaf itu hidup di tangan para santri, wakaf ini takkan pernah mati,” imbuhnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Faidin menyambut hangat kedatangan rombongan KBS.
Dengan mata berkaca-kaca, mereka menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang langka namun begitu tulus ini.
Gerakan Kita Berbagi Sosial bukan tentang pencitraan, bukan tentang sorotan kamera. Ini adalah gerakan sunyi yang menghidupkan harapan, gerakan diam yang menggugah langit.
Lebih lanjut Ahmad Zahrudin pun menegaskan dengan suara penuh harap:
“Selama nafas masih ada, selama tangan ini masih bisa bergerak, insyaAllah KBS akan terus menyalurkan kebaikan. Karena kami percaya: di balik satu mushaf yang dibaca, ada sejuta harapan yang tumbuh untuk negeri ini,” tandasnya. (REDJAVA****)











