JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya serius dalam membentuk aparatur sipil negara yang tangguh, disiplin, dan berintegritas tinggi kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep.
Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan dasar bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Rutan Sumenep menggelar kegiatan kesamaptaan jasmani pada Jumat (11/07/2025), yang dipimpin langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Teguh Doni Efendy, selaku mentor utama dalam program pembinaan ini.
Sebanyak tujuh CPNS diuji ketangguhannya melalui berbagai rangkaian tes fisik yang meliputi lari 12 menit, pull up/chinning, push up, sit up, hingga shuttle run.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya mengukur kebugaran jasmani para peserta, namun juga menanamkan nilai-nilai dasar kedisiplinan, kerja keras, serta kesiapan mental dalam menghadapi tugas-tugas berat di lingkungan pemasyarakatan.
Sebelum memasuki tahapan inti, seluruh CPNS terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Ini dilakukan guna memastikan mereka dalam kondisi optimal untuk mengikuti seluruh sesi uji kesamaptaan secara maksimal dan aman.
Selama proses berlangsung, tampak jelas semangat dan antusiasme dari para peserta. Mereka mengikuti setiap instruksi dengan penuh kesungguhan dan semangat juang tinggi, mencerminkan kesiapan mereka untuk menjadi bagian dari institusi pemasyarakatan yang profesional.
Kegiatan ini, menurut Teguh Doni Efendy, merupakan pondasi awal yang sangat penting untuk membentuk petugas pemasyarakatan yang tidak hanya kuat secara fisik, namun juga matang secara mental dan emosional.

“Sebagai petugas pemasyarakatan, fisik yang prima adalah syarat utama. Namun tidak cukup sampai di situ mental baja, kedisiplinan, dan komitmen terhadap integritas juga merupakan elemen kunci dalam menjalankan tugas. Melalui kesamaptaan ini, kami ingin memastikan bahwa para CPNS benar-benar siap secara lahir dan batin menghadapi realitas kerja di lapangan,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/07/2025).
Ia juga menekankan bahwa lingkungan kerja di Rutan menuntut kepekaan sosial, ketegasan sikap, serta kesigapan dalam menghadapi situasi darurat yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Oleh karena itu, kesamaptaan menjadi instrumen penting dalam menciptakan standar kesiapan dasar bagi calon aparatur.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses kaderisasi yang lebih luas, dalam rangka memperkuat sistem pemasyarakatan yang humanis namun tegas, adaptif namun berwibawa, serta berorientasi pada pelayanan yang profesional.
Teguh berharap, setelah melalui proses ini, para CPNS mampu menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik saat menjalani tugas sesungguhnya di lingkungan kerja Rutan Sumenep.
“Kami tidak sedang hanya melatih fisik, tapi sedang menanamkan prinsip dasar sebagai abdi negara. Petugas pemasyarakatan harus mampu menjaga marwah institusi dan mampu bertindak sesuai nilai-nilai PASTI Kemenkumham: Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tapi bagian dari pembentukan jati diri,” pungkasnya.
Kegiatan kesamaptaan ini sekaligus menjadi barometer awal untuk menilai kesiapan individu dalam memasuki dunia kerja yang penuh tantangan, khususnya di bidang pemasyarakatan yang sangat strategis dalam sistem peradilan pidana. (REDJAVA****)









