Festival Mancing Kedatim 2026 Siap Digelar, Pemkab Sumenep Ajak OPD hingga Puskesmas Ramaikan Wisata Mangrove

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep Andrie Zulkarnain

Kabid Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Sumenep Andrie Zulkarnain

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pengembangan wisata berbasis alam dan pesisir melalui gelaran Festival Mancing Kedatim 2026 yang akan berlangsung di kawasan Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sabtu (30/5/2026).

Event yang digagas Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep itu dipastikan bakal menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi memancing, festival ini juga diproyeksikan sebagai sarana promosi wisata mangrove sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnain mengatakan seluruh persiapan acara telah dimatangkan agar festival berlangsung meriah, tertib, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan mangrove.

“Festival Mancing Kedatim kami siapkan bukan sekadar perlombaan biasa, tetapi menjadi event wisata yang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata pesisir di Sumenep,” kata Andrie Zulkarnain kepada media ini, Rabu (27/05/2026).

Menurutnya, festival tersebut akan diikuti seluruh OPD, kecamatan, hingga puskesmas se-Kabupaten Sumenep dengan dua kategori perlombaan, yakni memancing di jalur tracking/pinggiran mangrove dan memancing menggunakan perahu.

Baca Juga :  "Ghei’ Bintang” Siap Hibur Sumenep, Festival Budaya UNIBA Usung Semangat Indonesia Emas 2045

Andrie menjelaskan, konsep lomba dirancang agar bisa diikuti seluruh kalangan, mulai pemancing pemula hingga komunitas mancing berpengalaman.

“Kategori tracking cocok untuk peserta pemula karena area lebih aman dan mudah diakses. Sedangkan kategori perahu memberikan tantangan lebih dengan peluang tangkapan ikan yang lebih variatif,” ujarnya.

Panitia, lanjut Andrie, juga menerapkan sejumlah aturan ketat guna menjaga sportivitas sekaligus melindungi ekosistem mangrove dari kerusakan lingkungan.

“Kami melarang penggunaan alat tangkap yang merusak seperti setrum, racun maupun jaring. Seluruh peserta juga wajib menjaga kebersihan kawasan mangrove selama kegiatan berlangsung,” tegas Kabid Pariwisata Andrie Zulkarnain.

Selain itu, hasil tangkapan peserta akan dinilai berdasarkan berat total ikan maupun kategori ikan terberat. Untuk memastikan transparansi perlombaan, peserta diwajibkan menyertakan bukti video saat strike atau ketika memperoleh ikan.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Sembelih 11 Hewan Kurban, Teguhkan Spirit Solidaritas Idul Adha

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi menegaskan Festival Mancing Kedatim merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan event wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata,” kata Faruk Hanafi.

Ia menilai kawasan mangrove di Desa Kebundadap Timur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep.

“Melalui festival ini kami berharap kunjungan wisatawan meningkat, UMKM bergerak, dan kawasan mangrove Kedatim semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata alam yang menarik di Madura,” tambahnya.

Festival Mancing Kedatim 2026 dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB dengan registrasi ulang peserta di lokasi wisata mangrove. Perlombaan berlangsung selama empat jam mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Baca Juga :  Atlet Taekwondo Polda Sulteng Sumbang 6 Emas 1 Oerak Kejurnas CCOT

Panitia juga membuka pendaftaran secara online maupun offline. Untuk kategori memancing di tracking/pinggiran mangrove dikenakan biaya Rp50 ribu per peserta, sedangkan kategori memancing di perahu sebesar Rp100 ribu.

Dengan konsep wisata alam, olahraga rekreasi, dan edukasi lingkungan yang dipadukan dalam satu event, Festival Mancing Kedatim 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda wisata paling menarik di Kabupaten Sumenep tahun ini. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup
HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini
Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep
Harkopnas 2026, Bupati Sumenep Tegaskan Koperasi Modern Kunci Kemajuan UMKM
Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Prestasi Membanggakan, KPRI RSUD Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat di Hari Koperasi ke-79
Penjual Tahu Bulat Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Desa Gunggung, Ini Hasil Penyelidikan Awal Polisi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:31 WIB

Bangun Hubungan yang Lebih Terbuka, Kapolresta Sumenep Sambangi KJS dan PWI, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:29 WIB

Hadiri Turnamen Bola Kasti HUT ke-60 Korem 084/Bhaskara Jaya, Staf Ahli Bupati Sumenep: Olahraga Tradisional Harus Terus Hidup

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:12 WIB

HUT Ke-60 Korem 084 Jadi Momentum Kebangkitan Bola Kasti di Sumenep, Dandim Sampaikan Pesan Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:41 WIB

Bangun Generasi Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Sumenep Hadirkan Police Goes to School di MAN Sumenep

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Moh. Ramli: Harkopnas 2026 Perkuat Peran Koperasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru