JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pengembangan wisata berbasis alam dan pesisir melalui gelaran Festival Mancing Kedatim 2026 yang akan berlangsung di kawasan Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sabtu (30/5/2026).
Event yang digagas Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep itu dipastikan bakal menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi memancing, festival ini juga diproyeksikan sebagai sarana promosi wisata mangrove sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Sumenep, Andrie Zulkarnain mengatakan seluruh persiapan acara telah dimatangkan agar festival berlangsung meriah, tertib, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan mangrove.
“Festival Mancing Kedatim kami siapkan bukan sekadar perlombaan biasa, tetapi menjadi event wisata yang mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata pesisir di Sumenep,” kata Andrie Zulkarnain kepada media ini, Rabu (27/05/2026).
Menurutnya, festival tersebut akan diikuti seluruh OPD, kecamatan, hingga puskesmas se-Kabupaten Sumenep dengan dua kategori perlombaan, yakni memancing di jalur tracking/pinggiran mangrove dan memancing menggunakan perahu.
Andrie menjelaskan, konsep lomba dirancang agar bisa diikuti seluruh kalangan, mulai pemancing pemula hingga komunitas mancing berpengalaman.
“Kategori tracking cocok untuk peserta pemula karena area lebih aman dan mudah diakses. Sedangkan kategori perahu memberikan tantangan lebih dengan peluang tangkapan ikan yang lebih variatif,” ujarnya.
Panitia, lanjut Andrie, juga menerapkan sejumlah aturan ketat guna menjaga sportivitas sekaligus melindungi ekosistem mangrove dari kerusakan lingkungan.

“Kami melarang penggunaan alat tangkap yang merusak seperti setrum, racun maupun jaring. Seluruh peserta juga wajib menjaga kebersihan kawasan mangrove selama kegiatan berlangsung,” tegas Kabid Pariwisata Andrie Zulkarnain.
Selain itu, hasil tangkapan peserta akan dinilai berdasarkan berat total ikan maupun kategori ikan terberat. Untuk memastikan transparansi perlombaan, peserta diwajibkan menyertakan bukti video saat strike atau ketika memperoleh ikan.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi menegaskan Festival Mancing Kedatim merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis ekologi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan event wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata,” kata Faruk Hanafi.
Ia menilai kawasan mangrove di Desa Kebundadap Timur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep.
“Melalui festival ini kami berharap kunjungan wisatawan meningkat, UMKM bergerak, dan kawasan mangrove Kedatim semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata alam yang menarik di Madura,” tambahnya.
Festival Mancing Kedatim 2026 dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB dengan registrasi ulang peserta di lokasi wisata mangrove. Perlombaan berlangsung selama empat jam mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Panitia juga membuka pendaftaran secara online maupun offline. Untuk kategori memancing di tracking/pinggiran mangrove dikenakan biaya Rp50 ribu per peserta, sedangkan kategori memancing di perahu sebesar Rp100 ribu.
Dengan konsep wisata alam, olahraga rekreasi, dan edukasi lingkungan yang dipadukan dalam satu event, Festival Mancing Kedatim 2026 diprediksi menjadi salah satu agenda wisata paling menarik di Kabupaten Sumenep tahun ini. (REDJAVA****)










