Ekonomi Kreatif dari Balik Rutan: Batik Catra Sumenep Jadi Model Pembinaan Produktif Berbasis UMKM

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonomi Kreatif dari Balik Rutan: Batik Catra Sumenep Jadi Model Pembinaan Produktif Berbasis UMKM

Ekonomi Kreatif dari Balik Rutan: Batik Catra Sumenep Jadi Model Pembinaan Produktif Berbasis UMKM

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Sebuah fenomena baru tengah mencuri perhatian publik di ujung timur Pulau Madura. Dari balik tembok tinggi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, lahir karya spektakuler bernama Batik Catra batik tulis elegan hasil tangan kreatif para warga binaan yang kini menjadi buruan para kolektor dan tamu kehormatan di Kabupaten Sumenep.

Awalnya hanya bagian dari program pembinaan kemandirian, kini Batik Catra menjelma menjadi ikon ekonomi kreatif baru yang membawa nama Rutan Sumenep menembus batas stigma sosial.

Produk ini bahkan mulai dilirik sebagai cendera mata resmi pemerintah daerah bagi tamu penting dari Jakarta dan luar negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Rutan Sumenep, Heri Sutriadi, menyebut kebangkitan Batik Catra sebagai bukti nyata bahwa pembinaan bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi sosial yang mengubah masa depan.

“Batik Catra lahir dari tangan-tangan yang dulu terbelenggu masa lalu, tapi kini menghasilkan karya yang membebaskan,” ujar Heri dengan nada penuh kebanggaan, Kamis (16/10/2025).

Menurut Heri, setiap helai Batik Catra dibuat melalui proses manual dengan teknik batik tulis klasik. Para warga binaan dibimbing langsung oleh instruktur profesional yang secara rutin memberikan pelatihan seni batik dan manajemen usaha kecil.

“Kami tidak hanya melatih mereka membatik, tapi juga membangun mental wirausaha agar setelah bebas nanti, mereka siap menjadi pelaku ekonomi mandiri,” tambahnya.

Fenomena Batik Catra pun menjadi topik hangat di kalangan pejabat dan pengusaha lokal. Banyak pihak menilai, keberhasilan ini adalah model pembinaan yang berhasil mentransformasikan warga binaan menjadi aset sosial yang produktif.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Dorong Optimalisasi Pajak dengan Teknologi Digital

Tak hanya berhenti di pasar lokal, Heri mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan langkah lebih besar memperluas jangkauan pemasaran Batik Catra hingga ke platform digital nasional.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra UMKM untuk membuka kanal penjualan online. Harapannya, Batik Catra bisa bersaing di marketplace nasional,” jelasnya.

Lebih menarik lagi, sejumlah tamu penting dari kementerian dan kalangan swasta sudah menjadikan Batik Catra sebagai cendera mata eksklusif saat berkunjung ke Sumenep. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rutan Sumenep.

“Batik Catra bukan sekadar produk seni, tapi simbol perubahan dan harapan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik jeruji, ada kreativitas, ada kehidupan, dan ada semangat untuk memperbaiki diri,” pungkas Heri Sutriadi.

Kini, Batik Catra tak hanya dikenal sebagai karya warga binaan, melainkan simbol kebangkitan moral dan ekonomi kreatif di Madura. Nama Rutan Sumenep pun melesat ke panggung nasional, membuktikan bahwa dari tempat yang kerap dipandang sebelah mata, lahir karya besar yang menginspirasi negeri.

Baca Juga :  Presiden Jokowi : Alasan Utama Pembangunan IKN Adalah Pemerataan

Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, Batik Catra diprediksi bakal menjadi ikon budaya baru Kabupaten Sumenep mengangkat nama daerah sebagai pusat batik tulis bernilai filosofis dan sosial tinggi. (REDJAVA****)

Baca Juga :  KKKS Kecamatan Kota Sumenep Gelar Pertemuan Rutin dan Halal Bihalal untuk Perkuat Sinergi Pendidikan

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa
HUT ke-81 RI di Krejengan Khidmat, Merah Putih Berkibar, Semangat Persatuan Menggema
HUT ke-81 RI, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ajak Rakyat Hadirkan Kerja Nyata dan Jaga Persatuan
Camat Kamiludin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kebersamaan Jadi Kekuatan
Patroli Malam Polresta Sumenep Berbuah Temuan, 51 Botol Arak Tanpa Merek Diamankan
Danyonif TP 931/KJ Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Balai Kota Jakarta Utara
Camat Raas Achmad Fikri: HUT RI ke-81 Harus Jadi Momentum Bekerja Lebih Keras

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:07 WIB

HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:58 WIB

HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:35 WIB

HUT ke-81 RI di Krejengan Khidmat, Merah Putih Berkibar, Semangat Persatuan Menggema

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:21 WIB

HUT ke-81 RI, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ajak Rakyat Hadirkan Kerja Nyata dan Jaga Persatuan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Camat Kamiludin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kebersamaan Jadi Kekuatan

BERITA TERBARU