JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Semangat kreativitas dan inovasi pendidikan menggema kuat di Pendopo Agung Kabupaten Sumenep saat gelaran Educreative 2026 yang digagas Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) resmi ditutup, Selasa (19/5/2026).
Puncak acara berlangsung penuh haru dan inspiratif melalui pemutaran dua film pendek karya Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Sumenep berjudul “Cahaya di Ujung Timur” dan “Karet Pengikat Mimpi”.
Ratusan siswa, guru, kepala sekolah hingga tamu undangan tampak larut dalam suasana emosional selama pemutaran film berlangsung.
Tepuk tangan panjang menggema di dalam pendopo usai layar penayangan ditutup, menandai tingginya apresiasi terhadap karya sinematik yang lahir dari tangan para pendidik daerah.
Penanggung jawab pelaksana kegiatan, Subaidi, mengatakan bahwa Educreative hadir bukan sekadar sebagai ruang pertunjukan karya, melainkan wadah untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Educreative ini kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi antar komunitas pendidikan agar para guru dan siswa memiliki keberanian untuk berkarya, berinovasi, dan menunjukkan potensi terbaiknya kepada masyarakat luas,” kata Subaidi kepada media ini, Rabu (20/05/2026).
Menurutnya, keterlibatan berbagai komunitas pendidikan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep memiliki energi besar untuk terus bergerak maju melalui pendekatan kreatif dan budaya literasi digital.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, S.Pd.,M.T., mengaku bangga atas lahirnya karya-karya inspiratif yang ditampilkan dalam ajang tersebut.
Pihaknya menilai para guru di Kabupaten Sumenep telah berhasil menunjukkan kualitas dan dedikasi luar biasa di tengah tantangan era digitalisasi pendidikan.
“Saya sangat bangga melihat para guru mampu melahirkan karya kreatif seperti film pendek yang sarat pesan moral dan pendidikan. Ini menjadi bukti bahwa guru di Sumenep memiliki kualitas dan kreativitas yang luar biasa,” ujarnya.
Eks Kadisbudparopar Sumenep itu berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan mampu menjadi gerakan pendidikan yang terus tumbuh dan melahirkan inovasi baru di masa mendatang.
“Kegiatan seperti ini harus terus dijaga keberlangsungannya. Kami ingin kreativitas guru dan siswa terus berkembang sehingga mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi generasi muda,” tegas H. Iksan sapaannya.
Sementara itu, Bupati Sumenep yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dedi Falahuddin, ST.,MT., memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat kolaborasi yang dibangun para insan pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Ia menilai, transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga kreativitas dan keberanian para pendidik untuk menciptakan ruang pembelajaran yang lebih menarik dan inspiratif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan komunitas pendidikan yang terus menghadirkan inovasi positif demi meningkatkan mutu pendidikan daerah,” kata Dedi Falahuddin.
Menurutnya, lahirnya karya film pendek dari komunitas pendidikan menjadi gambaran nyata bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan budaya di tengah masyarakat.
“Kolaborasi yang ditampilkan hari ini sangat luar biasa. Pendidikan harus bergerak mengikuti perkembangan zaman, dan para guru di Sumenep telah menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi pelopor perubahan itu,” imbuhnya.
Rangkaian penutupan Educreative diawali dengan penampilan tari tradisional Ronce Pak Kopak oleh siswa-siswi SDN Kerta Barat 1 yang sukses memukau para tamu undangan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng film pendek, penyerahan uang pembinaan kepada para pemenang lomba, pembagian doorprize hingga sesi foto bersama. (REDJAVA****)










