JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera pada akhir 2025 menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial dan kepedulian kemanusiaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi masa sulit.
Banyak masyarakat terdampak harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar akibat kerusakan rumah, lingkungan, dan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk kepedulian, pada 29 Desember 2025, gerakan “Eco Solidarity for Aceh–Sumatera” menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini merupakan kolaborasi lintas komunitas, institusi, dan pelaku usaha yang bersatu dalam semangat kemanusiaan sekaligus kepedulian lingkungan.
Gerakan ini diinisiasi oleh Kita Berbagi Sosial, Arasa Sociopreneur, Markers Academy, Jiva Catalyst, OSIS SMAN 1 Sumenep, Kader Hijau Muhammadiyah, PT SBM, dan PT SBB, serta diperkuat oleh partisipasi para donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk sesama.
Selama periode penggalangan donasi, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp14.660.000, dengan rincian Rp14.360.000 dari donasi tunai dan Rp300.000 dari hasil penjualan sedekah sampah. Selain itu, terkumpul pula 15 kardus besar pakaian layak pakai siap disalurkan.
Dana yang terkumpul diwujudkan dalam bantuan logistik sesuai kebutuhan di lapangan, antara lain:
– 20 dus pop mie
– 20 dus roti krim
– 6 karton pembalut
– 1 karton tolak angin
– 6 karton pampers
– 8 karton susu Bearbrand
– 3 banner
Ongkos kirim ke Aceh dan Sumatera
Machallafri Iskandar, tim Eco Solidarity for Aceh–Sumatera dari Arasa Sociopreneur, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi.
“Bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh donatur yang dermawan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (03/01/2026).
Melalui gerakan ini, Eco Solidarity for Aceh–Sumatera menegaskan bahwa kolaborasi lintas komunitas dan sektor mampu menghadirkan dampak nyata. Sedekah sampah yang dikelola bersama tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga menjadi sumber kebaikan bagi mereka yang membutuhkan. (REDJAVA****)









