JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus meneguhkan komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui program unggulan Koperasi Merah Putih.
Digagas oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), program ini menyasar desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep dengan pendekatan bertahap dan berbasis pemberdayaan.
Kecamatan Gapura menjadi titik fokus terbaru dari sosialisasi intensif program ini.
Dari total 17 desa yang ada di kecamatan tersebut, 9 desa telah rampung dalam tahap sosialisasi, sementara 8 desa lainnya dalam proses pendampingan aktif.
“Alhamdulillah, hari ini kami bergerak di Gapura. Respon masyarakat luar biasa positif. Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus menyapa desa-desa lainnya,” ujar Mohammad Bahar, S.E., M.Si., Pengawas Koperasi Ahli Muda Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, mewakili Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi, Rabu (21/5/2025).
Menurut Bahar, program Koperasi Merah Putih bukan sekadar agenda sosialisasi, melainkan strategi transformasi ekonomi berbasis masyarakat.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan koperasi yang produktif, mandiri, dan berakar kuat di tingkat lokal.
“Ini bukan koperasi formalitas. Kami ingin koperasi hadir sebagai alat perjuangan ekonomi bersama, yang tumbuh dari semangat gotong royong dan nilai keadilan sosial,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih menekankan prinsip inklusivitas. Tidak hanya warga desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pelaku UMKM lokal turut dilibatkan secara aktif.
“Pendampingan dilakukan mulai dari pembentukan kelembagaan, penguatan kapasitas manajerial, hingga simulasi unit usaha koperasi,” jelasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari respons daerah terhadap semangat reformasi perkoperasian nasional, di mana koperasi bukan lagi entitas administratif semata, tetapi pilar ekonomi strategis yang menyejahterakan warga dari bawah.
Diskop UKM Perindag menargetkan seluruh desa di Kabupaten Sumenep akan tersentuh program ini sebelum akhir tahun 2025. Tim sosialisasi diterjunkan secara bertahap dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.
Pemerintah Kabupaten Sumenep secara terbuka mendukung langkah ini sebagai bagian dari agenda besar membangun ekosistem ekonomi desa yang berdaulat dan berkelanjutan, berbasis pada kekuatan lokal serta solidaritas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin membangun koperasi yang sehat, modern, dan inklusif. Bukan hanya berdiri secara formal, tetapi mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat lokal, sekaligus menjadi wadah perjuangan ekonomi bersama,” pungkas Bahar. (REDJAVA****)











