JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Sumenep resmi berakhir pada Minggu (2/8/2026). Namun, yang tersisa bukan hanya deretan nama para juara. Ajang yang diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sumenep itu juga meninggalkan pesan kuat bahwa prestasi olahraga dapat tumbuh berdampingan dengan kepedulian terhadap sesama.
Selama tiga hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ratusan atlet menampilkan kemampuan terbaiknya sebagai hasil pembinaan yang terus dilakukan Pagar Nusa di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep. Para juara yang lahir dari Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep selanjutnya akan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen menuju Kejuaraan Provinsi Pagar Nusa Jawa Timur.
Di balik suksesnya penyelenggaraan kejuaraan, panitia juga menghadirkan aksi sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi kelanjutan dari semangat berbagi yang telah dimulai pada pembukaan kejuaraan saat Senator DPD RI Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.Sos.I., S.H.I., M.E.I., menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep, Ustadz Busro, M.Pd., mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan sengaja dirancang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep menjadi ajang yang melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial. Prestasi akan jauh lebih bermakna ketika diiringi semangat berbagi dan kebersamaan,” kata Busro di sela kegiatan, Sabtu (01/08/2026).
Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH Drs. Abdul Muiz, MM, menegaskan bahwa Kejurcab merupakan bagian dari proses panjang dalam mencetak atlet sekaligus membangun karakter kader Pagar Nusa.
“Kejurcab ini adalah awal perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi. Jangan cepat berpuas diri, teruslah berlatih, jaga disiplin, junjung tinggi sportivitas, dan pertahankan akhlak sebagai pendekar Pagar Nusa,” ujar KH Abdul Muiz.
Menurutnya, keberhasilan sebuah atlet tidak hanya diukur dari medali yang diraih, tetapi juga dari sikap, integritas, dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap langkah pengabdian.
“Kami berharap dari Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Yang tidak kalah penting, mereka harus menjadi kader yang bermanfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Keberhasilan Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tidak hanya menghasilkan juara di atas gelanggang, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter, menjunjung tinggi persaudaraan, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat inilah yang terus dijaga Pagar Nusa Sumenep sebagai organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama dalam mencetak pendekar yang berprestasi sekaligus berakhlakul karimah.









