JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gemuruh isu sosial dan penegakan hukum, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep tampil sebagai mercusuar harapan bagi pemenuhan hak asasi manusia.
Tak sekadar tempat pembinaan, rutan ini kini menjadi pelopor pelayanan kesehatan bagi warga binaan sebuah langkah humanis yang menuai apresiasi luas.
Pada Senin (5/5/2025), suasana penuh kepedulian menyelimuti area pelayanan medis di dalam rutan.

Pemeriksaan kesehatan, konsultasi langsung, hingga pemberian obat-obatan dilakukan secara gratis oleh dr. Baiq Elina, dokter yang setiap hari mendampingi para warga binaan.
Dengan pendekatan profesional dan penuh empati, layanan ini memberikan ruang bagi setiap warga binaan untuk mendapatkan hak kesehatannya secara layak, tanpa diskriminasi.
Langkah ini merupakan wujud nyata bahwa keadilan dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan, bahkan dalam tembok pengayoman.
Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menegaskan bahwa kesehatan warga binaan adalah prioritas utama dalam proses pembinaan yang komprehensif. Baginya, pelayanan ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan panggilan nurani sebagai pengayom negara.

“Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan, yakni hak untuk hidup sehat meskipun tengah menjalani pidana. Kami pastikan warga binaan tetap mendapatkan perawatan medis yang layak dan manusiawi,” kata Ridwan Susilo dalam keterangan tertulis, Senin (05/05/2025).
Lebih jauh, upaya ini juga menjadi strategi penting dalam pencegahan dini terhadap potensi penyakit yang kerap timbul di lingkungan tertutup, sekaligus edukasi untuk membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di dalam rutan.
“Dengan semangat pembaruan ini, Rutan Sumenep kini tidak hanya membina, tetapi juga merawat, melindungi, dan memanusiakan. Di balik jeruji, kemanusiaan tetap menyala,” pungkas Ridwan Susilo. (REDJAVA****)










