JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Salah satu tenaga pendidik di sekolah dasar di Kota Keris mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di tingkat nasional lomba puisi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) tahun 2024.
Dialah sosok guru Slamet Heriyanto, SPd, MPd adalah guru di SDN Pangarangan III Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, yang mampu menciptakan puisi berjudul “Dendang Rayuan Pulau Kelapa”.
Dengan puisi “Dendang Rayuan Pulau Kelapa”, Slamet Heriyanto, SPd, MPd berhasil menyisihkan 545 karya puisi lainnya, dimana para pesertanya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Slamet Heriyanto, SPd, MPd mengatakan secara ekslusif kepada media ini bahwa dirinya mengikuti perlombaan ini dimulai dari tanggal 10 Juni hingga 10 Juli 2024 yang lalu.
“Satu bulan penuh saya mengikuti acara ini. Alhamdulillah saya dapat juara 1,” kata Slamet Heriyanto, SPd, MPd saat diwawancarai oleh awak media di SDN Pangarangan III, Jum’at (20/07/2024).

Dirinya memaparkan dalam puisi yang dia ciptakan mengandung semangat untuk meningkatkan patriotisme dan nasionalisme dan puisi itu merupakan sarana untuk menyampaikan pesan.
“Sekaligus sebagai pengingat, antisipatif dan edukasi bagi para tenaga pendidik sebagai mentor dalam mencetak generasi masa depan yang cinta kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Menurut Slamet sapaannya, penghargaan yang dirinya terima dari BNPT RI di Jakarta itu memberikan pesan untuk ikut serta menjaga keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia.
“Ini juga sebagai wujud kecintaan terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang kita kenal dengan sebutan empat pilar kebangsaan, khususnya untuk guru,” terangnya.
Dirinya berharap banyak, kegiatan seperti dapat terus dilakukan oleh BPNT RI memupuk rasa semangat patriotisme dan nasionalisme serta menjaga keutuhan NKRI melalui seni puisi.
“Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada BNPT RI yang telah memilih puisi saya sebagai juara 1 digelar di Jakarta beberapa waktu yang lalu,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Berikut isi puisi “Dendang Rayuan Pulau Kelapa” Karya Slamet Heriyanto, SPd, MPd.

Dendang Rayuan Pulau Kelapa
Bendera itu compang-camping, anakku. Mari kita sulam kembali dengan cinta yang tersisa.
Cabikan merahnya telah menjadi tetesan darah menggenangi jalan. Terdengar menyayat rintihan keadilan.
Sobekan putihnya telah menjadi tulang-tulang yang menyembul dari bumi. Tak sabar lagi mereka menanti diziarahi untuk menceritakan kembali sejarah berdirinya bangsa.
Yang telah lama mati. Berkali-kali mengetuk pintu cinta. Cinta telah kehilangan rasa. Rumah telah kehilangan tuan.
Yang telah lama mati. Menyelipkan surat di bawah pintu.
Isinya:
Ini rumah kita, pulanglah.
Aku ingin menyaksikan utuhnya keluarga.
Rawatlah peninggalanku.
Terutama bendera kita.
Benarkan juga posisi pancasila di dinding. Jaga jangan sampai miring.
Kalau semua sudah di rumah.
Esok, kibarkan merah putih yang baru.
Pilih merah yang pekat. Putih yang kilau.
Setelah hormat, bergandenganlah dan berdendang tentang Rayuan Pulau Kelapa. (REDJAVA****)









