JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., meminta seluruh pemerintah desa di Kabupaten Sumenep untuk menyesuaikan program pembangunan yang telah dirancang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan besaran Dana Desa (DD) yang diterima pada tahun anggaran 2026.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul penurunan signifikan alokasi Dana Desa yang diterima Kabupaten Sumenep dibandingkan tahun sebelumnya.
“Semua desa harus menyesuaikan programnya dengan APBDes yang ada. Yang terpenting, jangan panik hanya karena Dana Desa turun,” kata Bupati Fauzi, Rabu (14/01/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Fauzi menegaskan, penyesuaian program mutlak dilakukan agar pelayanan publik dan roda perekonomian desa tetap berjalan normal, meskipun kemampuan fiskal desa mengalami penurunan.
“Kondisi anggaran seperti ini harus disikapi dengan perencanaan yang matang. Desa harus cermat memilah program, mana yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah desa perlu memfokuskan anggaran pada program prioritas, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga, penguatan ekonomi desa, serta pelayanan publik.
“Fokuskan anggaran pada program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mendorong ekonomi desa, dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kegiatan yang dinilai belum mendesak, Bupati Fauzi menyarankan agar dapat ditunda sementara waktu, selama tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun layanan kepada masyarakat.
“Kegiatan yang belum prioritas bisa ditunda. Yang penting, jangan sampai pelayanan publik terganggu dan aktivitas ekonomi warga desa terhambat,” pungkasnya.
Diketahui, pada tahun anggaran 2026, pagu Dana Desa yang diterima Kabupaten Sumenep mengalami penurunan tajam. Jika pada 2025 jumlah Dana Desa tercatat lebih dari Rp 335 miliar, maka pada 2026 hanya sekitar Rp 109 miliar, atau berkurang sekitar Rp 225 miliar.
Dengan kondisi tersebut, Bupati Fauzi berharap pemerintah desa mampu mengelola anggaran secara adaptif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga setiap rupiah Dana Desa tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (REDJAVA/$$$)









