JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan lahan alternatif milik pemerintah daerah untuk mendukung pendirian Koperasi Merah Putih di desa-desa. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi keterbatasan aset tanah desa yang berpotensi menghambat pelaksanaan program nasional penguatan ekonomi kerakyatan tersebut.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, tidak seluruh desa memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas koperasi. Karena itu, pemerintah daerah membuka opsi pemanfaatan aset daerah agar program tetap berjalan tanpa menunggu kesiapan aset desa.
“Tidak semua desa punya lahan. Maka pemerintah daerah mencari opsi, apabila ada lahan milik pemda, itu bisa dipergunakan untuk Koperasi Merah Putih bagi desa yang tidak memiliki lahan,” kata Fauzi saat diwawancarai sejumlah awak media usai kegiatan TMMD di Kecamatan Rubaru Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Fauzi, Koperasi Merah Putih dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi desa yang terintegrasi dengan sistem distribusi nasional. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi tawar masyarakat desa dalam rantai perdagangan.
Ia menjelaskan, koperasi akan berperan sebagai penghubung langsung antara produsen dan konsumen desa. Dengan jalur distribusi yang lebih pendek, biaya logistik dapat ditekan sehingga harga barang kebutuhan masyarakat menjadi lebih terjangkau.
“Jika desa bisa terkoneksi langsung dengan pabrik, maka rantai distribusi menjadi lebih efisien. Dari koperasi langsung ke pabrik,” ujarnya menambahkan.
Pemangkasan rantai pasok tersebut, kata Fauzi, tidak hanya berdampak pada penurunan harga, tetapi juga membuka peluang terciptanya keseragaman harga antarwilayah. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi desa, terutama di wilayah kepulauan dan terpencil.
Dalam jangka panjang, pemerintah daerah menilai keberadaan Koperasi Merah Putih dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis desa. Pemkab Sumenep memastikan dukungan kebijakan dan fasilitasi aset daerah agar implementasi program berjalan optimal. (REDJAVA/$$$)











