JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi menyerahkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub).
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Senin (19/01/2026) di rumah Ibu Rukmini, Dusun Karoja RT 03 RW 01, Desa Gelugur, Kecamatan Batuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen bersejarah itu dihadiri langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., yang menyerahkan rumah secara simbolis kepada Ibu Rukmini.
Turut mendampingi Bupati, Ketua BAZNAS Sumenep, Abd. Rahman, Kepala Disperkimhub, Yayaknnurwahyudi, PLT Camat Batuan, perangkat desa Gelugur, serta Kepala ULP PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiansyah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa program RTLH bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini saya menyerahkan rumah secara simbolis kepada Ibu Rukmini. Rumah ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah kepada warga kurang mampu, sekaligus sebagai langkah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap keluarga,” kata Bupati Fauzi disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, sosok orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Sumenep itu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga rumah yang telah dibangun.
“Keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada pembangunan rumah, tetapi juga pada kemampuan kita semua untuk merawatnya. Investasi sosial ini akan berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang,” tambahnya.

Kegiatan penyerahan RTLH ini juga menjadi bukti transparansi dan akuntabilitas Pemkab Sumenep dalam penggunaan anggaran publik. Kehadiran Ketua BAZNAS, perangkat desa, dan Kepala ULP PLN menunjukkan sinergi antar lembaga dan pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan sosial warga.
Dengan terlaksananya program RTLH tahun 2025 dari Disperkimhub ini, Pemkab Sumenep berharap warga penerima, seperti Ibu Rukmini, dapat menikmati hunian yang layak, nyaman, dan aman, serta menjadi motivasi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang. (REDJAVA/$$$)









