JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH memberikan semangat dan motivasi ke sejumlah santri santri di Pondok Pesantren Darul Ulum, Parompong, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (22/08/2023).
Orang nomer satu di jajaran Pemkab Sumenep, mengajak kepada para santri untuk membangun rasa optimisme meraih sebuah impian dan tidak muda putus asa serta tidak mengatakan tidak bisa, akan tetapi katakan bisa.
“Kepada para santri. Mari kita membangun rasa optimisme dan keyakinan dalam meraih sebuah impian,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo disela-sela kegiatan kunjungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari itu, dirinya hadir ke pesantren Darul Ulum Parompong ini dalam rangka silaturahim dengan para kiai dan santri, yang sejatinya peran pesantren sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Sesuatu itu tidak ada akan ada, tidak mungkin bisa mungkin, selagi kita mau berusaha untuk mencapai impian itu,” terang Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Menurut Ketua DPC PDI-P Sumenep itu menyebut, para santri harus memiliki keyakinan dan optimisme. Mencoba berfikir untuk melihat masa depan seperti saat dirinya masih seusia yang sempat berfikir apakah bisa menjadi Bupati.
“Saya tidak pernah berfikir apakah saya bisa menjadi Bupati di saat saya masih seusia seperti kalian,” cerita Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dihadapan para santri Ponpes Darul Ulum Parompong Dasuk itu.
Makanya, dalam hal itu terpenting yang harus jadi kata kunci adalah, kalian sebagai santri untuk tidak pernah berfikir membangun mindset pasti bisa.
“Santri harus membangun mindset pasti bisa, apa yang menjadi keinginan kalian, itu hal penting harus ditanamkan. Saya yakin diantara kalian bisa mencapai apa yang keinginannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam mencapai impian itu harus melalui proses yang santri tekuni, seperti belajar dengan giat dan akhlak diri diyakini pesantren sebagai sudah ada.
“Kalau akhlak sudah dibangun di pesantren tidak perlu saya sampaikan, di pesantren harusnya akhlak sudah menyatu dalam hati, tinggal bagaimana semangat optimisme keyakinan itu dibangun,” tandasnya. (REDJAVA****)








