JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah semarak Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Banteng Sakera Nahdliyin (BSN) memilih merayakannya dengan cara sederhana namun penuh makna. Organisasi tersebut turun langsung membagikan daging kurban kepada guru ngaji kampung, kaum dhuafa, dan masyarakat wong cilik di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan sosial tersebut. Warga yang menerima bantuan terlihat antusias, sementara para relawan BSN bergerak dari kampung ke kampung membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ketua Banteng Sakera Nahdliyin (BSN), Maryono mengatakan, Iduladha sejatinya bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan perhatian terhadap masyarakat kecil.
“Hari Raya Iduladha mengajarkan tentang keikhlasan dan kepedulian. Kami ingin kebahagiaan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil, khususnya guru ngaji kampung dan kaum dhuafa yang selama ini banyak berjasa di lingkungan masyarakat,” kata Maryono, Kamis (29/5/2026).
Menurutnya, keberadaan guru ngaji kampung memiliki peran penting dalam menjaga pendidikan agama dan membentuk akhlak generasi muda di pelosok desa. Namun, pengabdian mereka kerap luput dari perhatian.
“Guru ngaji adalah orang-orang yang menjaga cahaya ilmu di kampung-kampung. Mereka mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab moral kita bersama untuk ikut menghormati dan memperhatikan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Maryono menegaskan, BSN ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga kecil. Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat modern saat ini.
“Kami ingin semangat berbagi ini terus hidup. Dalam setiap rezeki yang kita miliki, ada hak masyarakat kecil yang harus diperhatikan. Iduladha menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan solidaritas sosial harus terus dirawat,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator BSN, Gus Huda menilai ibadah kurban memiliki makna spiritual yang sangat dalam, sekaligus menjadi sarana memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.
“Kurban bukan hanya ibadah personal, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Dalam tradisi Nahdliyin, berbagi kepada sesama menjadi cara menghadirkan keberkahan dan mempererat persaudaraan antarwarga,” tutur Gus Huda.
Kegiatan berbagi daging kurban tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat penerima manfaat. Bagi mereka, perhatian yang diberikan BSN bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk kepedulian yang menghadirkan kebahagiaan pada momentum Hari Raya Iduladha tahun ini.
Dengan semangat berbagi dan gotong royong, BSN berharap nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan makna Iduladha yang mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. (REDJAVA****)










