JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memerangi bahaya narkoba terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep. Melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNNK Sumenep kini menembus dunia pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Tim Bidang P2M BNNK Sumenep menggelar sosialisasi P4GN di SMA Yas’a Pangarangan Sumenep. Sebanyak 30 siswa terpilih mengikuti kegiatan edukatif ini dengan antusias, disambut langsung oleh Mahfudz, S.Pd.I, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sabtu (11/10/2025)
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Tim Bidang P2M BNNK Sumenep, Bapak Suyanto, S.E., M.A.P., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Suyanto menegaskan bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari ruang kelas dan keluarga.
“Kami tidak datang untuk menakuti, tapi untuk menyadarkan. Bahwa narkoba bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan, mimpi, dan martabat anak muda,” kata Suyanto saat memberikan penyuluhan di hadapan para siswa.
Suyanto menjelaskan bahwa sindikat narkoba kini semakin pintar dan agresif menyasar generasi muda dengan berbagai cara. Mulai dari makanan ringan, cairan vape, hingga peredaran melalui platform digital.
“Anak muda kini menjadi target pasar narkoba karena mereka adalah masa depan bangsa. Tapi di sisi lain, mereka juga bisa jadi pahlawan garda terdepan dalam perang melawan narkoba,” tegasnya.
Karena itu, BNNK Sumenep mendorong setiap siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Mereka diharapkan mampu menularkan semangat anti-narkoba kepada teman sebaya.
Suyanto menyampaikan bahwa ke depan, BNNK Sumenep menargetkan seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA/sederajat, hingga kampus sebagai prioritas utama dalam sosialisasi bahaya narkoba.

“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini. Anak-anak PAUD bisa belajar arti hidup sehat tanpa narkoba, siswa SMP bisa mengenal bahaya rokok elektrik, dan mahasiswa bisa menjadi duta kampus bersih narkoba,” ungkapnya.
Langkah ini, kata Suyanto, merupakan bentuk komitmen BNNK Sumenep untuk membangun “Sumenep Bersinar” (Bersih Narkoba) melalui jalur pendidikan yang sistematis dan berkelanjutan.
Berbeda dari penyuluhan konvensional, Bidang P2M BNNK Sumenep kini menggunakan pendekatan edukasi emosional dan rasional. Pendekatan ini mengajak siswa berpikir kritis terhadap dampak narkoba terhadap tubuh, otak, dan masa depan mereka.
“Kita tidak cukup hanya bilang ‘narkoba itu berbahaya’. Anak muda harus tahu mengapa itu berbahaya dan bagaimana narkoba bisa merusak tubuh mereka. Edukasi sekarang harus logis, bukan dogmatis,” jelasnya.
Kegiatan ini disampaikan dengan gaya interaktif, menggunakan contoh-contoh nyata dan fakta terkini terkait modus peredaran narkoba di kalangan pelajar.
Selain di SMA Yas’a Pangarangan, BNNK Sumenep juga berencana menggelar kegiatan serupa di seluruh sekolah dan kampus di Kabupaten Sumenep. Suyanto menegaskan, setiap lembaga pendidikan akan menjadi basis gerakan “Indonesia Bersinar”.
“Kami ingin setiap sekolah dan kampus di Sumenep menjadi titik cahaya Indonesia Bersinar. Ini bukan proyek seremonial, tapi gerakan panjang yang kami bangun bersama guru, siswa, dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi di SMA Yas’a Pangarangan berlangsung lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang hangat. Para siswa tampak aktif dan bersemangat menanyakan berbagai hal seputar bahaya narkoba dan cara mencegahnya.
“Yang paling berbahaya bukan narkobanya, tapi ketidaktahuan tentang narkoba. Karena itu, edukasi seperti ini harus terus dilakukan,” tutup Suyanto. (REDJAVA****)










