JAVANETWORK.CO.ID.PAMEKASAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui program pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill berupa pelatihan tata boga bagi masyarakat kawasan rawan narkoba di Balai Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Selasa (19/5/2026) kemarin.
Kegiatan yang dilaksanakan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Sumenep itu diikuti 20 peserta yang mayoritas ibu rumah tangga dari Desa Pandan. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNNK Sumenep H. Bambang Sutrisno SE MM.
Kepala BNNK Sumenep, H. Bambang Sutrisno mengatakan bahwa program pelatihan lifeskill menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.
“Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan narkoba. Kami ingin masyarakat memiliki kegiatan positif sekaligus peluang meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Bambang Sutrisno dalam keterangan tertulis, Kamis (21/05/2026).
Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan keluarga agar terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Kami berharap peserta dapat menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing dalam membangun kesadaran bersama melawan narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Katim P2M Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya fokus pada keterampilan memasak, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat.
“Program lifeskill ini dirancang agar masyarakat memiliki kemampuan produktif yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki aktivitas positif dan produktif, maka daya tangkal terhadap pengaruh narkoba akan semakin kuat,” pungkasnya.
Selain menerima sosialisasi bahaya narkoba dan strategi pencegahannya, para peserta juga mendapatkan pengenalan resep, alat, dan bahan tata boga sebelum mengikuti sesi demonstrasi dan praktik memasak pada hari pertama pelatihan.
Kegiatan ini diikuti dengan oleh para ibu-ibu dan berlangsung lancar dan penuh antusiasme peserta hingga penutupan acara. (REDJAVA****)












